Arenabetting – Mohamed Salah memang tidak masuk daftar pencetak gol saat Liverpool menaklukkan Marseille, tapi perannya tetap mendapat sorotan positif. Meski tanpa kontribusi langsung di papan skor, kondisi fisik dan pergerakannya di lapangan dinilai jauh lebih segar dan berbahaya dibanding beberapa laga sebelumnya.
Menang Meyakinkan di Kandang Lawan
Liverpool bertandang ke Stade de Marseille pada Kamis (22/1/2026) dini hari WIB dan pulang dengan kemenangan telak 3-0. Gol-gol The Reds dicetak oleh Dominik Szoboszlai, satu gol bunuh diri dari kiper Geronimo Rulli, serta satu tambahan dari Cody Gakpo.
Salah tampil penuh sepanjang 90 menit. Ia sempat melepaskan dua tembakan, meski belum ada yang mengarah tepat ke gawang. Walau begitu, pergerakannya di sepertiga akhir lapangan tetap aktif dan terus merepotkan lini belakang tuan rumah.
Kemenangan ini jadi sinyal positif bagi Liverpool yang mulai terlihat lebih rapi dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Peran Baru yang Bikin Salah Lebih Bebas
Mantan pemain Liverpool, Stephen Warnock, menilai bahwa perubahan formasi yang diterapkan Arne Slot punya pengaruh besar terhadap performa Salah. Dalam laga ini, Liverpool disebut menggunakan skema 4-2-2-2 yang membuat posisi Salah lebih dekat ke gawang lawan.
Dengan peran tersebut, Salah tidak lagi dibebani tugas bertahan terlalu dalam seperti saat bermain sebagai winger murni. Hal ini membuat energinya bisa lebih difokuskan untuk mencari ruang di area berbahaya dan menekan bek lawan.
Warnock menilai bahwa jika peran ini dimainkan secara konsisten, potensi Salah justru bisa lebih maksimal. Menurutnya, kondisi Salah terlihat lebih bugar dan eksplosif ketika tidak harus terus-terusan turun membantu pertahanan.
Di laga melawan Marseille, Salah disebut terus bergerak di antara bek lawan untuk mencari celah. Ia bahkan mendapat dua peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol jika penyelesaiannya lebih tenang.
Bukan Pertama Kali Skema Ini Dicoba
Warnock juga mengingatkan bahwa pendekatan serupa pernah digunakan Arne Slot dalam laga melawan Brighton pada Desember lalu. Saat itu, Liverpool menggunakan sistem yang mirip, hanya saja dengan bentuk lini tengah yang berbeda, lebih menyerupai berlian.
Dalam pertandingan tersebut, Salah juga dipasangkan dengan penyerang lain dan mendapatkan beberapa peluang emas. Skema itu dinilai berjalan cukup efektif dan membuat Salah lebih sering berada di posisi ideal untuk mencetak gol.
Melihat hasil positif ini, bukan tidak mungkin Arne Slot akan kembali mengandalkan pola serupa di pertandingan berikutnya. Fokusnya bukan sekadar membuat Salah mencetak gol, tapi juga menjaga kondisinya tetap prima sepanjang musim.
Meski belum mencatatkan nama di papan skor, performa Salah di Marseille menunjukkan bahwa kontribusi pemain tidak selalu harus diukur dari gol dan assist. Dengan peran yang lebih pas, The Pharaoh justru terlihat siap kembali jadi ancaman utama di lini depan Liverpool.


