Berita Bola – Drama panjang antara Paris Saint-Germain dan Kylian Mbappe akhirnya mencapai titik akhir. Klub raksasa Prancis itu memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan pengadilan yang mewajibkan mereka membayar tunggakan gaji kepada sang mantan bintang.
Keputusan tersebut sekaligus menutup salah satu konflik kontrak paling panas dalam beberapa tahun terakhir di sepak bola Eropa.
Awal Mula Sengketa
Masalah ini bermula dari klaim Mbappe yang menyebut masih ada gaji dan bonus senilai 55 juta Euro yang belum dibayarkan oleh PSG. Pada November lalu, tuntutan itu bahkan disebut meningkat hingga 260 juta Euro.
Di sisi lain, pihak klub berargumen bahwa pada musim panas 2023 Mbappe telah sepakat untuk melepaskan sebagian hak finansialnya. Kesepakatan itu disebut terjadi saat ia kembali ke skuad utama setelah sebelumnya dibekukan akibat menolak perpanjangan kontrak.
PSG bahkan sempat melayangkan gugatan balik dengan nilai fantastis, yakni 440 juta Euro.
Putusan Pengadilan dan Nilai Akhir
Pada Desember, Pengadilan Buruh Prancis memutuskan untuk mengabulkan sebagian gugatan Mbappe. Dalam keputusan tersebut, ia dinyatakan berhak menerima sekitar 61 juta Euro.
Hakim menyatakan bahwa PSG terbukti tidak membayarkan gaji selama tiga bulan, termasuk bonus etika dan bonus penandatanganan yang tercantum dalam kontrak kerja.
Klub memiliki waktu satu bulan sejak pemberitahuan resmi pada 20 Januari untuk mengajukan banding. Namun setelah mempertimbangkan situasi, manajemen memilih untuk tidak memperpanjang sengketa.
Fokus ke Masa Depan
Dalam pernyataan resminya, PSG menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak banding diambil demi mengakhiri proses hukum yang dinilai sudah terlalu lama berjalan. Klub ingin fokus sepenuhnya pada proyek olahraga dan kesuksesan kolektif ke depan.
Kuasa hukum PSG, Renaud Semerdjian, juga menegaskan bahwa klub telah memenuhi kewajiban sesuai putusan, baik dalam publikasi maupun pembayaran jumlah yang ditetapkan.
Langkah ini menunjukkan bahwa kedua pihak tampaknya sama-sama ingin menutup lembaran lama tanpa memperpanjang konflik.
Babak Baru untuk Mbappe
Sejak musim panas 2024, Mbappe sudah resmi berseragam Real Madrid. Kepindahannya ke Spanyol menandai babak baru dalam kariernya setelah tujuh tahun membela PSG.
Dengan selesainya kasus ini, baik PSG maupun Mbappe kini bisa melanjutkan perjalanan masing-masing tanpa bayang-bayang perselisihan hukum.
Bagi PSG, fokus tertuju pada pembangunan tim yang lebih kolektif. Sementara bagi Mbappe, konsentrasi penuh kini ada pada ambisi meraih trofi bersama Real Madrid.
Drama finansial memang telah usai, tetapi kisah besar kedua nama ini dalam sejarah sepak bola Eropa tetap akan dikenang.


