Arenabetting – Kabar kurang sedap datang dari Real Madrid. Setelah pergantian pelatih di tengah musim, situasi internal Los Blancos ternyata belum sepenuhnya stabil. Alvaro Arbeloa, yang ditunjuk menggantikan Xabi Alonso, kini mulai mendapat sorotan tajam, bukan cuma dari luar, tapi juga dari dalam tim sendiri.
Awal Manis yang Tak Bertahan Lama
Saat pertama kali naik kelas dari tim akademi, Arbeloa sempat membawa nuansa baru. Ia memberi kebebasan lebih kepada para pemain untuk mengekspresikan diri di lapangan. Pendekatan ini awalnya terasa menyegarkan, terutama bagi pemain-pemain ofensif seperti Vinicius Junior dan kolega.
Secara hasil, enam laga awal Arbeloa terbilang lumayan dengan empat kemenangan dan dua kekalahan. Namun, di balik angka-angka itu, mulai muncul tanda tanya. Beberapa pemain disebut mulai ragu dengan arah taktik yang diterapkan, terutama ketika Madrid menghadapi lawan-lawan besar.
Kekalahan dari Benfica Jadi Titik Balik
Masalah mulai terasa serius setelah Madrid tumbang 2-4 dari Benfica di laga terakhir fase grup Liga Champions. Kekalahan itu bukan sekadar soal skor, tapi juga soal cara bermain. Arbeloa dianggap terlambat membaca perubahan permainan lawan dan kurang sigap melakukan penyesuaian.
Situasi tersebut bikin kepercayaan di ruang ganti goyah. Pemain-pemain senior dikabarkan mulai mempertanyakan rencana permainan Arbeloa, terutama di laga-laga krusial yang menuntut keputusan cepat dan tepat.
Tekanan Datang dari Segala Arah
Bukan cuma pemain yang mulai ragu, jajaran petinggi klub pun disebut ikut memasang tanda waspada. Target Real Madrid jelas tidak ringan. Di LaLiga, mereka harus mengejar Barcelona yang masih bertengger di puncak klasemen dengan selisih poin yang tipis. Sementara di Liga Champions, Madrid kembali harus bersua Benfica di babak playoff menuju 16 besar.
LaLiga dianggap sebagai target paling realistis untuk diselamatkan. Namun, dengan tekanan yang terus menumpuk dan kepercayaan yang mulai menurun, jalan Arbeloa jelas tidak mulus.
Masa Depan Arbeloa di Ujung Tanduk
Sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/26, Arbeloa sebenarnya tak punya banyak ruang untuk kesalahan. Beberapa hasil negatif saja bisa membuat posisinya makin tidak aman. Apalagi Real Madrid dikenal tak ragu mengambil keputusan besar demi menjaga standar prestasi.
Kini, semua mata tertuju pada laga-laga berikutnya. Jika Arbeloa mampu meredam keraguan dan membawa hasil positif, kepercayaan bisa kembali tumbuh. Namun jika performa Madrid terus naik-turun, bukan tidak mungkin cerita Arbeloa di kursi panas Santiago Bernabeu bakal berakhir lebih cepat dari rencana.


