Arenabetting – Cristiano Ronaldo kembali jadi pusat perhatian di Arab Saudi. Kali ini bukan karena gol atau rekor baru, melainkan kabar bahwa dirinya menolak bermain untuk Al Nassr. Sejumlah laporan menyebut, sikap tersebut muncul karena CR7 merasa ada ketidakadilan dalam perlakuan terhadap klubnya, terutama jika dibandingkan dengan tim-tim besar lain di Liga Arab Saudi.
Situasi ini mencuat setelah rival sekota, Al Hilal, sukses mendatangkan Karim Benzema dari Al Ittihad. Transfer tersebut langsung jadi sorotan karena Benzema sebelumnya dikabarkan tidak puas dengan skema perpanjangan kontrak di klub lamanya.
Transfer Benzema Picu Polemik
Karim Benzema memilih hengkang setelah Al Ittihad tidak menyertakan gaji pokok dalam kontrak barunya. Penyerang asal Prancis itu hanya ditawari pemasukan dari hak citra. Meski nilainya besar, Benzema menilai skema tersebut tidak wajar dan akhirnya membuka pintu untuk pindah ke Al Hilal.
Kepindahan Benzema membuat peta kekuatan liga kembali berubah. Al Hilal semakin agresif, sementara klub-klub besar lain juga aktif memperkuat skuad di bursa transfer musim dingin Januari 2026.
Al Nassr Dinilai Terlalu Pasif
Berbanding terbalik dengan para rivalnya, Al Nassr justru bergerak sangat minim di bursa transfer. Klub yang dibela Cristiano Ronaldo itu hanya mendatangkan satu pemain, yakni Haydeer Abdulkareem, gelandang muda asal Irak. Minimnya aktivitas ini disebut menjadi sumber utama kekecewaan Ronaldo.
Apalagi, Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad sama-sama agresif belanja pemain. Keempat klub tersebut diketahui berada di bawah kepemilikan yang sama, yakni PIF atau Public Investment Fund, lembaga dana kedaulatan Arab Saudi.
Ronaldo Merasa Tidak Dihargai
Menurut laporan media Portugal, Record, Cristiano Ronaldo merasa layak mendapatkan perlakuan yang lebih adil. Ia menilai kontribusinya sangat besar dalam mengangkat pamor sepak bola Arab Saudi ke level global. Kehadiran Ronaldo dianggap membuka jalan bagi masuknya banyak bintang dunia ke liga tersebut.
Selain itu, Ronaldo juga disebut menerima peran penting sebagai duta Piala Dunia 2034 yang akan digelar di Arab Saudi. Peran tersebut dijalani demi meningkatkan visibilitas dan citra kompetisi di mata dunia.
Atas dasar itu, Ronaldo disebut memilih untuk tidak tampil dalam laga melawan Al Riyadh. Pertandingan tersebut tetap berjalan dan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim asuhan Jorge Jesus. Sikap Ronaldo disebut sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang ia anggap tidak adil bagi Al Nassr.
Fokus Gelar, Tapi Tetap Protes
Meski kecewa, Ronaldo diyakini tetap fokus mengejar target besar. Ia masih berambisi meraih gelar liga pertamanya di Arab Saudi dan mengejar pencapaian pribadi berupa 1.000 gol sepanjang karier. Namun di saat yang sama, ia merasa perlu menyuarakan ketidakpuasannya.
Hingga kini, pihak Ronaldo belum memberikan pernyataan resmi. Kontraknya bersama Al Nassr masih berlaku hingga musim panas 2027. Kabarnya, Ronaldo dan manajemen Al Nassr telah menggelar pertemuan tertutup untuk mencari solusi terbaik tanpa sorotan media.


