Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Ronaldo Frustrasi Usai Diganti, Al Nassr Tumbang dari Al Hilal dan Makin Tertekan

Arenabetting – Al Nassr harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Al Hilal di lanjutan Saudi Pro League. Dalam laga yang digelar Selasa (13/1) dini hari WIB, tim asuhan Jorge Jesus kalah 1-3 meski sempat unggul lebih dulu. Bukan cuma soal hasil, sorotan juga tertuju pada reaksi Cristiano Ronaldo yang terlihat frustrasi saat ditarik keluar di menit-menit akhir.

Sempat Unggul, Tapi Ambyar di Babak Kedua

Al Nassr sebenarnya mengawali laga dengan cukup oke. Cristiano Ronaldo membuka keunggulan di menit ke-42 lewat penyelesaian khasnya di kotak penalti. Gol itu sempat bikin fans berharap tim tamu bisa mencuri poin di laga besar ini.

Sayangnya, cerita berubah total di babak kedua. Al Hilal tampil lebih agresif, tempo meningkat, dan lini belakang Al Nassr mulai kewalahan. Tuan rumah akhirnya berhasil membalikkan keadaan dengan tiga gol balasan, membuat skor akhir jadi 3-1.

Kekalahan ini terasa makin menyakitkan karena Al Nassr sebelumnya sempat duduk di puncak klasemen pada Desember lalu. Sekarang, posisi mereka justru makin tertekan.

Momen Diganti yang Bikin Ronaldo Jadi Sorotan

Di menit ke-83, Ronaldo ditarik keluar dan digantikan oleh Wesley. Keputusan ini langsung memancing reaksi dari sang megabintang. Dari pinggir lapangan, Ronaldo terlihat membuat gestur seolah mengatakan “sudah selesai” sambil mulutnya komat-kamit, tanda jelas kalau dia nggak puas dengan situasi di lapangan.

Meski terlihat kesal, Ronaldo tetap menunjukkan respek ke pelatihnya. Ia masih menyempatkan diri menyalami Jorge Jesus sebelum menuju bangku cadangan. Jadi, frustrasinya lebih terlihat ke situasi pertandingan, bukan ke keputusan pelatih semata.

Senyum Kecut dan Gestur yang Bikin Netizen Heboh

Drama belum berhenti di situ. Saat duduk di bangku cadangan, kamera menyorot wajah Ronaldo yang memberi senyum kecut ke arah lensa. Nggak lama, ia juga terlihat memutar jari-jarinya, gestur yang oleh sebagian orang ditafsirkan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap keputusan wasit atau jalannya pertandingan.

Momen ini langsung viral di media sosial. Ada yang bilang Ronaldo merasa timnya “dirampok”, ada juga yang menilai itu cuma luapan emosi karena timnya lagi kalah dan performa sedang turun.

Klasemen Makin Ketat, Tekanan Makin Besar

Dengan hasil ini, Al Nassr kini berada di peringkat kedua klasemen dengan 31 poin dari 14 laga, tertinggal tujuh angka dari Al Hilal yang makin nyaman di puncak. Situasinya bisa makin rumit karena Al Taawoun masih punya satu laga tunda dan berpeluang memangkas jarak poin.

Yang bikin khawatir, Al Nassr juga sedang dalam tren buruk dengan tiga kekalahan beruntun. Dari tim yang sempat memimpin klasemen, kini mereka harus berjuang keras cuma untuk menjaga jarak dari para pesaing.

Waktunya Bangkit, Bukan Cuma Emosi

Reaksi Ronaldo memang menunjukkan betapa besar keinginannya untuk menang. Tapi sekarang, yang dibutuhkan Al Nassr bukan cuma luapan emosi, melainkan respons di lapangan. Konsistensi, disiplin bertahan, dan ketajaman di depan gawang harus segera dibenahi.

Musim masih panjang, tapi kalau tren negatif ini terus berlanjut, mimpi juara bisa makin menjauh. Buat Ronaldo dan kawan-kawan, ini saatnya membuktikan bahwa mereka bisa bangkit, bukan cuma bereaksi saat keadaan lagi nggak berpihak.