Arenabetting – AS Roma sedang berada di persimpangan penting. Dua pemain bintang mereka, Paulo Dybala dan Lorenzo Pellegrini, kini masuk daftar yang berpotensi dilepas. Bukan karena performa menurun atau konflik internal, melainkan soal klasik yang lagi-lagi menghantui klub Italia: keuangan.
Kontrak Menipis, Masa Depan Menggantung
Baik Paulo Dybala maupun Lorenzo Pellegrini sama-sama memasuki fase akhir kontrak mereka bersama AS Roma. Masa kerja keduanya akan berakhir pada Juni 2026, dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak yang benar-benar mendekati kata sepakat.
Situasi ini membuat Roma harus bersikap realistis. Jika negosiasi tidak menemui titik temu dalam waktu dekat, klub ibu kota Italia itu siap mengambil langkah berat dengan merelakan dua pilar utamanya.
Beban Gaji Jadi Sorotan Utama
Masalah utama yang dihadapi Roma bukan soal teknis di lapangan, melainkan beban gaji yang dinilai terlalu tinggi. Penasihat senior klub, Claudio Ranieri, secara terbuka mengakui bahwa Roma harus memangkas pengeluaran demi menjaga kelangsungan hidup klub.
Dybala saat ini tercatat sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di skuad Roma. Pendapatan kotor penyerang asal Argentina itu mencapai sekitar 14,8 juta euro per tahun. Di sisi lain, Pellegrini sebagai kapten tim juga masuk jajaran pemain bergaji besar dengan angka sekitar 7,4 juta euro per musim.
Dengan kondisi finansial yang ketat, dua angka tersebut dianggap sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Financial Fair Play Tak Bisa Dinegosiasikan
Roma juga harus patuh pada aturan Financial Fair Play. Ranieri menjelaskan bahwa keputusan ini bukan karena klub tak ingin mempertahankan Dybala dan Pellegrini, melainkan karena keterbatasan yang ada. Klub harus menyeimbangkan neraca keuangan agar tidak terkena sanksi di kemudian hari.
Roma masih membuka pintu negosiasi. Jika kedua pemain bersedia menyesuaikan tuntutan gaji dan tercapai kesepakatan yang masuk akal, kerja sama bisa saja berlanjut. Namun jika tidak, Roma siap berpisah secara baik-baik.
Dampak Besar untuk Tim
Kepergian Dybala dan Pellegrini jelas bakal jadi kehilangan besar. Dybala adalah sumber kreativitas dan pembeda di lini depan, sementara Pellegrini berperan penting sebagai pemimpin di lapangan. Melepas dua pemain ini berarti Roma harus memikirkan ulang arah proyek tim ke depan.
Namun di sisi lain, langkah ini bisa membuka ruang bagi regenerasi dan perekrutan pemain dengan struktur gaji yang lebih sehat. Roma tampaknya mulai memilih stabilitas jangka panjang ketimbang mempertahankan nama besar dengan risiko finansial.
Pilihan Sulit, Tapi Harus Diambil
Keputusan Roma menunjukkan realita keras sepakbola modern. Loyalitas dan kualitas saja tidak cukup jika kondisi keuangan tidak mendukung. Kini semua bergantung pada hasil negosiasi dalam beberapa bulan ke depan. Jika tak ada titik temu, publik Olimpico mungkin harus bersiap mengucapkan selamat tinggal pada dua ikon mereka.


