Berita Bola – Real Madrid harus pulang dengan tangan hampa usai takluk 1-2 dari Osasuna dalam lanjutan La Liga. Bermain di Stadion El Sadar, Los Blancos dinilai tampil di bawah standar hingga akhirnya kehilangan poin penting.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui bahwa anak asuhnya tidak menunjukkan performa terbaik. Ia menilai timnya memiliki banyak kekurangan sepanjang pertandingan.
Penalti dan Gol Telat Jadi Penentu
Tuan rumah membuka keunggulan lewat titik putih setelah pelanggaran yang dilakukan Thibaut Courtois di kotak terlarang. Eksekusi penalti yang diambil Ante Budimir berhasil membawa Osasuna unggul lebih dulu.
Madrid sempat bangkit di babak kedua melalui gol Vinicius Junior yang membuat skor kembali imbang. Namun drama terjadi di penghujung laga ketika Raul Garcia mencetak gol kemenangan bagi tuan rumah di menit-menit akhir waktu normal.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Osasuna atas Madrid dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.
Statistik Unggul, Hasil Tak Memihak
Secara angka, Madrid sebenarnya lebih dominan. Mereka menguasai 61 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Sementara Osasuna hanya mencatatkan 13 percobaan dengan dua yang mengarah ke gawang, dan keduanya berbuah gol.
Arbeloa menyebut lawan mampu memaksimalkan peluang yang ada, sedangkan timnya gagal menunjukkan efektivitas. Ia merasa intensitas permainan Madrid tidak sesuai ekspektasi.
Kurang Intensitas dan Kontrol
Menurut Arbeloa, Madrid seharusnya mampu tampil jauh lebih baik. Ia menilai timnya kurang mengendalikan permainan dan terlalu lambat dalam mengalirkan bola dari lini ke lini.
Ia juga mengisyaratkan bahwa standar Real Madrid selalu tinggi. Jika performa tidak berada di level maksimal, tim mana pun bisa memberikan hukuman.
Arbeloa menyampaikan bahwa setiap lawan selalu bermain dengan determinasi penuh saat menghadapi Madrid. Karena itu, timnya harus menyamai bahkan melampaui intensitas tersebut.
Alarm untuk Los Blancos
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa dominasi statistik tidak menjamin kemenangan. Madrid perlu segera berbenah jika ingin tetap bersaing di papan atas La Liga.
Dengan jadwal padat dan tekanan besar, konsistensi akan menjadi kunci. Arbeloa diyakini bakal menuntut respons cepat dari para pemainnya di laga berikutnya.
Bagi Real Madrid, satu kekalahan mungkin bukan akhir segalanya. Namun jika performa seperti ini terulang, posisi mereka di klasemen bisa semakin terancam. Kini tantangannya jelas: bangkit dan kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim terbaik di Spanyol.


