Arenabetting – Persija Jakarta harus menelan kekalahan pahit saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda ini sebenarnya diawali dengan sangat manis oleh Macan Kemayoran.
Baru hitungan detik, Persija sudah berhasil membuka keunggulan lewat gol cepat Rayhan Hannan. Awal yang sempurna ini sempat memberi harapan besar kalau mereka bisa mengontrol jalannya pertandingan.
Namun, situasi berubah drastis seiring berjalannya waktu. Bhayangkara mulai menemukan ritme permainan dan mampu menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir.
Awal Sempurna yang Gagal Dipertahankan
Persija tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Gol cepat yang tercipta membuat mereka berada di atas angin sejak menit pertama.
Selain itu, mereka juga sempat menciptakan beberapa peluang tambahan yang seharusnya bisa memperbesar keunggulan. Sayangnya, peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Seiring waktu berjalan, intensitas permainan mulai menurun. Hal ini memberi kesempatan bagi Bhayangkara untuk bangkit.
Dari situlah momentum mulai berbalik ke arah tuan rumah.
Kartu Merah Ubah Jalannya Laga
Memasuki babak kedua, momen krusial terjadi saat Jordi Amat harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Ia menerima kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning.
Kondisi ini jelas membuat Persija kesulitan karena harus bermain dengan 10 pemain. Keseimbangan tim langsung terganggu.
Meski begitu, Persija sempat kembali unggul lewat gol dari situasi bola mati. Ini menunjukkan bahwa mereka masih punya semangat untuk bertarung.
Namun bermain dengan jumlah pemain yang kurang akhirnya memberi dampak besar di sisa pertandingan.
Bhayangkara Manfaatkan Situasi
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara. Mereka mulai menekan lebih intens di fase akhir pertandingan.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan dua gol yang tercipta menjelang akhir laga. Skor pun berbalik menjadi keunggulan untuk tuan rumah.
Persija yang sudah kelelahan dan kehilangan satu pemain tidak mampu menahan gempuran tersebut.
Hasil akhir pun menjadi pukulan telak bagi tim tamu yang sempat unggul lebih dulu.
Mauricio Souza Soroti Keputusan Wasit
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyoroti keputusan wasit terkait kartu merah yang diterima Jordi Amat. Ia merasa keputusan tersebut cukup merugikan timnya.
Menurutnya, insiden tersebut sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Bermain dengan 10 pemain membuat strategi tim berubah total.
Ia juga menilai timnya sebenarnya sudah memulai laga dengan baik, tapi kehilangan fokus di momen-momen penting.
Kini Persija harus segera bangkit dan memperbaiki kesalahan jika ingin kembali ke jalur kemenangan di laga berikutnya.


