Berita Bola – AC Milan mulai kehilangan ritme di momen krusial musim ini. Kekalahan 0-1 dari Parma di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB, membuat jarak dengan Inter Milan semakin melebar di puncak klasemen Serie A.
Tim asuhan Massimiliano Allegri kini tertinggal 10 poin. Secara matematis, peluang masih terbuka karena kompetisi menyisakan 12 pekan. Apalagi musim lalu Inter pernah kehilangan keunggulan delapan poin dari Napoli pada bulan April.
Namun, jika melihat performa terkini Rossoneri, optimisme itu terasa menipis.
Lini Serang Kurang Menggigit
Masalah utama Milan terlihat jelas di lini depan. Total 41 gol yang sudah dicetak musim ini terpaut hampir 20 gol dari Inter. Produktivitas tersebut dinilai belum cukup untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Milan juga belum pernah menang dengan torehan lebih dari tiga gol dalam satu pertandingan musim ini. Sejak pergantian tahun, mereka hanya dua kali mencetak tiga gol, yakni saat menang 3-1 di markas Como dan 3-0 saat bertandang ke Bologna.
Dalam 10 laga terakhir, total 14 gol jelas bukan angka yang meyakinkan untuk tim dengan target juara. Serangan Milan terlihat kurang tajam dan minim variasi.
Pulisic Kehilangan Sentuhan
Sorotan kemudian mengarah pada Christian Pulisic. Winger asal Amerika Serikat itu sempat tampil eksplosif di awal musim dengan delapan gol dan dua assist dari 11 laga pertama.
Namun, grafik performanya disebut menurun drastis. Dalam dua bulan terakhir, ia belum kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol terakhirnya terjadi pada 28 Desember saat Milan menang 3-0 atas Verona.
Cedera hamstring membuat Pulisic bolak-balik ke ruang perawatan, yang diyakini ikut memengaruhi konsistensinya. Ketika kondisi fisik tak sepenuhnya prima, kontribusinya di lapangan pun menurun.
Beban Berat di Pundak Leao dan Lini Depan
Situasi makin rumit karena Rafael Leao juga belum menunjukkan performa terbaik. Ia baru mencetak delapan gol di Serie A musim ini, angka yang dianggap belum cukup untuk pemain dengan status bintang.
Nama-nama lain seperti Santiago Gimenez, Christopher Nkunku, dan Nicolas Fullkrug juga belum mampu memberi dampak signifikan. Gimenez dan Fullkrug bahkan baru menyumbang satu gol di semua kompetisi.
Kondisi ini membuat beban serangan terasa berat dan kurang seimbang.
Jika tren negatif ini terus berlanjut, peluang Milan untuk mengejar Inter akan semakin tipis. Alih-alih berburu gelar, Rossoneri bisa saja lebih cepat harus mengakui keunggulan rival sekotanya musim ini.


