Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Panenka Mbappe Jadi Penutup Manis, Madrid Tekuk Villarreal

Arenabetting – Kylian Mbappe kembali jadi pusat perhatian saat Real Madrid menaklukkan Villarreal dengan skor 2-0 di lanjutan Liga Spanyol. Bukan cuma karena dua golnya, tapi juga cara ia mengeksekusi penalti yang terbilang berani. Mbappe memilih gaya Panenka di momen krusial, tepat di depan rekan setimnya, Brahim Diaz, yang pekan lalu gagal dengan teknik serupa.

Pertandingan yang digelar di Estadio de la Ceramica, Minggu (25/1/2026) dini hari WIB, berjalan cukup ketat. Villarreal sempat memberi perlawanan, namun efektivitas Madrid jadi pembeda.

Gol Pertama dari Insting Tajam

Mbappe membuka keunggulan Madrid di awal babak kedua. Gol tersebut lahir dari situasi kemelut di depan gawang setelah bek Villarreal gagal mengantisipasi umpan silang Vinicius Junior. Bola liar langsung disambar Mbappe tanpa ragu, menunjukkan naluri striker kelas dunia.

Gol ini membuat Madrid bermain lebih lepas. Villarreal mencoba mengejar ketertinggalan, tetapi kesulitan menembus lini pertahanan tamu yang tampil disiplin.

Penalti Panenka di Saat Genting

Drama datang di menit-menit akhir. Mbappe dijatuhkan di kotak penalti setelah mendapat kontak dari Alfonso Pedraza. Wasit menunjuk titik putih, dan Mbappe kembali maju sebagai algojo.

Alih-alih memilih aman, penyerang asal Prancis itu justru mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka. Bola dilepaskan pelan ke tengah gawang, sementara kiper Luiz Junior sudah lebih dulu bergerak ke samping. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 untuk Madrid.

Selebrasi pun terjadi, termasuk dari Brahim Diaz yang sudah berada di lapangan sejak menit ke-80. Momen ini terasa kontras jika mengingat pengalaman pahit Diaz belum lama ini.

Kontras dengan Momen Brahim Diaz

Beberapa hari sebelumnya, Diaz gagal mengeksekusi penalti penentuan di final Piala Afrika 2025. Saat itu, ia juga mencoba Panenka, namun kiper lawan tetap berdiri dan dengan mudah menangkap bola. Kegagalan tersebut berujung kekalahan timnya dan membuat Diaz menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Aksi Mbappe di laga ini seolah memberi gambaran bahwa penalti Panenka bukan sekadar soal teknik, tapi juga soal fokus dan membaca gerak kiper.

Panenka Bukan untuk Semua Situasi

Penalti ala Panenka dikenal berisiko tinggi. Eksekusi ini menuntut ketenangan ekstra dan keyakinan penuh bahwa kiper akan bergerak lebih dulu. Jika salah membaca situasi, hasilnya bisa berujung memalukan.

Mbappe menunjukkan bahwa di tangan pemain dengan mental kuat, Panenka bisa jadi senjata mematikan. Kemenangan ini pun mengukuhkan peran pentingnya sebagai penentu hasil, sekaligus memberi Madrid tambahan poin berharga di persaingan papan atas Liga Spanyol.