Arenabetting – Manchester United lagi-lagi bikin heboh soal kursi pelatih. Setelah memecat Ruben Amorim, Setan Merah kini dikabarkan bakal menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim sampai akhir musim, bukan Ole Gunnar Solskjaer yang juga sempat masuk radar. Pertanyaannya, kenapa Carrick yang lebih dipilih?
Carrick Jadi Kandidat Terkuat di Old Trafford
Menurut laporan media Inggris, Carrick saat ini berada di posisi terdepan untuk mengisi kursi manajer interim MU. Jika tidak ada aral melintang, pengumuman resminya diprediksi bakal keluar dalam waktu 48 jam ke depan.
Sebelumnya, MU memang mewawancarai lebih dari satu kandidat. Ole Gunnar Solskjaer, yang pernah membawa MU ke final Liga Europa dan finis di papan atas Premier League, juga ikut dipanggil manajemen. Namun, arah angin justru mengarah ke Carrick.
Faktor Ruang Ganti Jadi Penentu
Salah satu alasan utama kenapa Carrick lebih diunggulkan adalah suara dari dalam ruang ganti. Kabarnya, beberapa pemain senior kurang yakin jika Solskjaer kembali memimpin tim. Mereka lebih nyaman dan percaya dengan pendekatan Carrick.
Bukan berarti Ole tak punya jasa besar di MU, tapi sebagian pemain menilai gaya kepemimpinannya kurang cocok dengan kondisi skuad saat ini. Di sisi lain, Carrick dianggap lebih bisa jadi jembatan yang tenang di masa transisi, apalagi situasi MU lagi tidak stabil.
Hubungan Baik dengan Pemain dan Klub
Carrick dan Solskjaer sejatinya punya sejarah panjang di Old Trafford. Keduanya sama-sama legenda klub dan pernah bekerja bareng saat Ole jadi manajer utama. Carrick bahkan sempat menjadi asistennya dari 2018 sampai 2021.
Saat Solskjaer dipecat, Carrick sempat naik jadi manajer interim selama tiga pertandingan. Hasilnya juga cukup oke: dua kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan singkat tapi manis ini jadi nilai plus yang masih diingat manajemen dan pemain.
Lebih Fokus, Tanpa Drama Masa Lalu
Alasan lain yang tak kalah penting, Carrick dinilai bisa bekerja tanpa beban masa lalu. Jika Solskjaer kembali, perbandingan dengan era sebelumnya pasti muncul lagi, dan itu berpotensi menambah tekanan.
Sementara Carrick datang dengan status “penjaga sementara”, fokusnya cuma satu: menstabilkan tim dan mengejar target realistis di Premier League. Apalagi MU sudah tersingkir dari Piala FA dan Carabao Cup, jadi satu-satunya harapan musim ini tinggal posisi liga.
Tugas Berat Menanti di Liga Inggris
Saat ini, MU masih ditangani Darren Fletcher sebagai pelatih sementara, tapi hasilnya belum memuaskan. Imbang lawan Burnley dan kalah dari Brighton jelas bukan modal bagus untuk lanjut musim.
Kalau Carrick resmi ditunjuk, tantangannya langsung berat. Jadwal padat dan persaingan ketat di papan tengah sampai atas bikin setiap poin jadi super penting. Target utamanya jelas: mengamankan tiket kompetisi Eropa, kalau bisa Liga Champions.
Carrick, Solusi Aman di Tengah Badai?
Di kondisi seperti sekarang, MU tampaknya memilih opsi yang dianggap paling aman dan minim konflik. Carrick punya kepercayaan dari pemain, paham kultur klub, dan tidak membawa beban ekspektasi berlebihan.
Apakah keputusan ini bakal jadi langkah tepat? Waktu yang bakal menjawab. Tapi yang jelas, MU butuh stabilitas secepatnya, dan Carrick dianggap sosok yang bisa memberikan itu, setidaknya sampai musim ini benar-benar berakhir.


