Berita Bola – Lionel Messi dikenal sebagai salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa. Gelar, trofi, hingga delapan Ballon d’Or sudah ia koleksi. Namun di balik karier luar biasa itu, ada satu hal yang ternyata masih ia sesali sampai sekarang: tidak serius belajar bahasa Inggris saat masih muda.
Dalam obrolannya di podcast Miro de Atras, bintang Inter Miami tersebut mengungkapkan bahwa keputusan mengabaikan pelajaran bahasa Inggris dulu membawa dampak nyata dalam kehidupannya saat ini. Ia merasa peluang untuk belajar sebenarnya terbuka lebar, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik.
Merasa Canggung Saat Bertemu Banyak Orang
Messi menceritakan bahwa keterbatasan bahasa membuatnya kesulitan membangun koneksi yang lebih dalam dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Ia mengaku pernah berada dalam situasi bersama tokoh-tokoh hebat dan inspiratif, tetapi tidak bisa berkomunikasi secara leluasa.
Dalam momen seperti itu, ia merasa kurang percaya diri karena tidak mampu mengekspresikan pikirannya dengan maksimal. Perasaan menyesal pun muncul, karena ia menyadari waktu yang dulu dimiliki untuk belajar tidak digunakan secara optimal.
Ia juga menyebut bahwa saat masih muda, banyak hal terasa sepele dan tidak dianggap penting. Namun seiring bertambahnya usia dan pengalaman, perspektifnya berubah. Kini ia melihat pendidikan sebagai fondasi penting, bukan sekadar pelengkap.
Pesan Penting untuk Anak-Anaknya
Pengalaman tersebut membuat Messi memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anaknya. Ia menekankan pentingnya belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk masa depan.
Menurutnya, anak-anaknya berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan dirinya dulu. Walau ia merasa tidak pernah kekurangan secara materi, perjalanan hidupnya tetap penuh tantangan, terutama saat harus pindah negara di usia sangat muda.
Messi hijrah dari Rosario ke Barcelona saat berusia 13 tahun untuk bergabung dengan akademi FC Barcelona. Perpindahan itu membuat proses pendidikannya sempat tidak stabil. Ia bahkan menggambarkan tahun terakhir sekolahnya di Argentina sebagai periode yang sulit karena fokusnya sudah tertuju pada kepindahan ke Spanyol.
Sepak Bola Memberi Banyak, Tapi Pendidikan Tetap Penting
Di Barcelona, ia melanjutkan pendidikan bersama rekan-rekannya di La Masia. Meski akhirnya sukses besar di dunia sepak bola, Messi menyadari bahwa ada pengalaman yang tidak bisa diulang.
Ia menilai sepak bola memang telah memberinya segalanya: karier gemilang, perjalanan keliling dunia, serta hubungan pertemanan yang bertahan seumur hidup. Olahraga itu juga mengajarkannya nilai kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab.
Namun dari refleksi tersebut, satu pesan kuat muncul: kesuksesan di lapangan tidak berarti semua aspek kehidupan otomatis sempurna. Pendidikan dan kemampuan berkomunikasi tetap menjadi bekal penting.
Kisah Messi ini jadi pengingat bahwa bahkan sosok sehebat dirinya pun punya penyesalan. Dan justru dari situlah pelajaran berharga lahir—bahwa memanfaatkan waktu untuk belajar bisa membuka lebih banyak pintu di masa depan.


