Arenabetting – Liam Rosenior akhirnya resmi menjadi nakhoda baru Chelsea. Namun menariknya, pelatih berusia 41 tahun itu memilih tidak langsung turun memimpin tim saat The Blues tumbang 1-2 dari Fulham di Craven Cottage, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Waktu persiapan yang super mepet membuat Rosenior merasa belum ideal untuk langsung ambil alih.
Dalam laga itu, Chelsea sempat memberi perlawanan. Gol Raul Jimenez dan Harry Wilson membuat Fulham unggul, sementara Chelsea hanya bisa membalas lewat Liam Delap. Situasi makin rumit setelah Marc Cucurella diusir wasit pada menit ke-22, memaksa The Blues bermain dengan 10 orang hampir sepanjang laga.
Waktu Terlalu Singkat, Rosenior Tak Mau Gegabah
Rosenior baru saja meneken kontrak berdurasi enam tahun usai meninggalkan Strasbourg. Ia didatangkan untuk menggantikan Enzo Maresca yang sebelumnya angkat kaki dari Stamford Bridge. Meski ikut terbang bersama skuad ke markas Fulham, Rosenior memilih menahan diri.
Baginya, langsung memimpin tanpa persiapan taktis yang matang justru berisiko. Ia ingin memastikan ide permainannya benar-benar dipahami pemain, bukan sekadar asal turun lalu berharap hasil instan. Karena itu, kursi pelatih sementara tetap dipercayakan kepada Calum McFarlane.
Kepercayaan Penuh untuk Staf Interim
Selama pertandingan, Rosenior terlihat menyaksikan laga dari tribun bersama salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali. Dari sana, ia memberi dukungan penuh sekaligus mengamati kondisi tim secara langsung.
Rosenior menilai McFarlane layak melanjutkan tugasnya karena sebelumnya mampu membawa Chelsea tampil solid saat menahan imbang Manchester City. Energi, intensitas, dan respons pemain di laga tersebut menjadi alasan kuat untuk tidak mengganggu ritme yang sudah ada.
Ia juga menyadari perjalanan panjang dan kedatangannya yang terlambat dari Prancis membuat waktu untuk menanamkan detail taktik nyaris tidak ada. Maka, memberi ruang kepada staf yang sudah bekerja dianggap keputusan paling masuk akal.
Sikap Profesional yang Tuai Respek
Di sisi lain, McFarlane mengapresiasi sikap Rosenior yang dinilai sangat menghormati proses. Pelatih baru Chelsea itu disebut memberi kebebasan penuh kepada staf dalam menentukan susunan pemain dan pendekatan taktik.
Kepercayaan tersebut membuat tim tetap fokus, meski hasil akhir belum berpihak. Bagi McFarlane, dukungan Rosenior justru membantu menjaga stabilitas ruang ganti di tengah masa transisi.
Debut Resmi Menanti di FA Cup
Rosenior dijadwalkan memimpin sesi latihan penuh mulai Kamis dan akan menjalani debut resminya di pinggir lapangan saat Chelsea menghadapi Charlton di ajang FA Cup. Antusiasmenya jelas terasa, tapi fokus utamanya bukan sekadar tampil perdana.
Ia ingin dikenal sebagai pelatih Chelsea yang membawa kemenangan. Dengan sisa musim yang masih panjang, Rosenior bertekad langsung tancap gas dan membangun fondasi kuat sejak langkah pertamanya bersama The Blues.


