Arenabetting – Lautaro Martinez lagi-lagi jadi sorotan setelah tampil tajam bersama Inter Milan. Bukan cuma soal gol, tapi juga soal peran barunya di bawah arahan pelatih Cristian Chivu. Diberi kebebasan lebih besar di lapangan, striker asal Argentina itu terlihat makin hidup dan sulit dihentikan lawan.
Inter baru saja meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Bologna di Giuseppe Meazza pada lanjutan Liga Italia, Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Tiga gol Nerazzurri dicetak oleh Piotr Zielinski, Lautaro Martinez, dan Marcus Thuram. Bologna hanya mampu membalas lewat Santiago Castro di babak kedua.
Kemenangan ini terasa krusial karena membawa Inter kembali ke puncak klasemen Serie A. La Beneamata kini mengoleksi 39 poin, unggul tipis satu angka dari rival sekota mereka, AC Milan, yang terus membuntuti di posisi kedua.
Lautaro Konsisten, Gol Terus Mengalir
Bagi Lautaro, laga ini jadi bukti konsistensi luar biasa. Tambahan satu gol ke gawang Bologna membuatnya kini sudah mengoleksi 10 gol di Serie A musim ini. Lebih kerennya lagi, ia selalu mencetak gol dalam lima pertandingan liga terakhir. Catatan ini menunjukkan Lautaro bukan cuma tajam, tapi juga stabil di tengah ketatnya persaingan.
Performa apik tersebut tak lepas dari sentuhan tangan dingin Cristian Chivu. Di bawah pelatih anyar Inter itu, Lautaro tak lagi terpaku sebagai penyerang yang menunggu bola di kotak penalti. Ia justru diberi kebebasan lebih luas untuk bergerak dan terlibat dalam proses membangun serangan.
Lebih Bebas Bergerak, Lebih Berbahaya
Dalam skema Chivu, Lautaro kerap turun lebih dalam untuk menjemput bola. Pergerakan ini membuat lini tengah Inter lebih dinamis sekaligus membuka ruang bagi pemain lain, terutama Marcus Thuram, untuk beradu langsung dengan bek lawan. Pola ini bikin pertahanan lawan sering kelabakan karena sulit membaca arah serangan Inter.
Asisten pelatih Inter, Aleksandar Kolarov, menilai Lautaro sangat cocok dengan peran tersebut. Menurutnya, sang kapten punya pemahaman ruang yang sangat baik dan tahu kapan harus turun atau menusuk ke area berbahaya. Hal itulah yang membuat pergerakan Lautaro sering berujung peluang matang.
Gol Bukan Kebetulan, Tapi Hasil Skema
Kolarov juga menjelaskan bahwa gol pertama Inter ke gawang Bologna lahir dari rencana yang sudah dipersiapkan. Inter sengaja mendorong satu gelandang lebih maju, sementara Lautaro ditarik sedikit ke dalam untuk membentuk pola menyerupai berlian. Dengan skema itu, Marcus Thuram bisa diisolasi menghadapi bek lawan, sementara Lautaro bebas mencari ruang.
Dengan peran baru ini, Lautaro Martinez bukan cuma jadi mesin gol, tapi juga otak serangan Inter. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin La Beneamata bakal makin sulit dihentikan dalam perburuan gelar Serie A musim ini.


