Piala FA memang nggak pernah kehabisan drama. Kali ini, kejutan super besar datang dari laga babak ketiga yang mempertemukan Macclesfield kontra Crystal Palace. Siapa sangka, juara bertahan justru harus angkat koper lebih cepat setelah dikalahkan tim divisi enam dengan skor 1-2. Yup, Palace resmi tersingkir, dan ceritanya bikin geleng-geleng kepala.
Tuan Rumah Langsung Gas, Palace Kaget
Pertandingan yang digelar di Moss Rose, markas Macclesfield, Sabtu malam WIB itu langsung berjalan panas. Meski di atas kertas Palace jauh lebih unggul, justru tuan rumah yang tampil lebih berani dan percaya diri. Hasilnya kelihatan di menit ke-43, saat Paul Dawson sukses menanduk bola hasil kiriman Luke Duffy dan bikin stadion meledak.
Masuk babak kedua, Macclesfield makin pede. Baru 15 menit berjalan, Isaac Buckley-Ricketts nambah gol lewat penyelesaian rapi yang bikin lini belakang Palace kelihatan panik. Skor 2-0 buat tim divisi enam, dan tekanan langsung balik ke Palace yang mulai terlihat frustrasi.
Gol Telat yang Nggak Cukup Selamatkan Palace
Palace sebenarnya baru benar-benar bangun di menit-menit akhir. Yeremy Pino sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-90 dan memberi harapan buat comeback dramatis. Sayangnya, waktu keburu habis. Macclesfield tampil disiplin di sisa laga dan sukses mengamankan kemenangan paling bersejarah buat klub mereka.
Buat Palace, gol telat itu cuma jadi hiburan kecil di tengah kekecewaan besar. Soalnya, tersingkir dari Piala FA dengan status juara bertahan jelas bukan skenario yang diharapkan fans.
Rekor Buruk yang Bikin Makin Perih
Kekalahan ini bukan cuma soal gugur lebih awal, tapi juga masuk buku sejarah. Palace jadi juara bertahan Piala FA pertama dalam 117 tahun yang disingkirkan tim non-Liga. Bayangin aja, jarak level kedua tim itu sekitar 117 peringkat dalam sistem liga Inggris. Macclesfield main di National League North, alias divisi keenam, sementara Palace biasa wara-wiri di level tertinggi.
Ini bukti kalau di Piala FA, status dan nama besar kadang nggak ada artinya. Semua bisa kejadian kalau mental dan performa di lapangan lagi nggak oke.
Performa Palace Lagi Nggak Baik-Baik Aja
Yang bikin makin berat, kekalahan ini datang di saat Palace memang lagi dalam tren negatif. Marc Guehi dan kawan-kawan kini sudah melewati sembilan laga tanpa kemenangan di semua kompetisi. Kepercayaan diri tim jelas lagi turun, dan tersingkirnya mereka dari Piala FA bisa jadi pukulan tambahan buat ruang ganti.
Ke depan, Palace harus cepat bangkit kalau nggak mau musim ini berubah jadi mimpi buruk. Soalnya, kalau performa di liga juga ikut anjlok, tekanan ke pemain dan staf pelatih pasti makin gede. Sementara itu, Macclesfield pantas pesta, karena mereka baru saja bikin salah satu kejutan paling gila di sejarah Piala FA.


