Arenabetting – Laga panas bertajuk Derby d’Italia bakal kembali tersaji saat Inter Milan menjamu Juventus di Giuseppe Meazza, Minggu (15/2) dini hari WIB. Pertemuan jilid dua di Serie A 2025/2026 ini bukan sekadar soal tiga poin, tapi juga misi balas dendam.
Pada pertemuan pertama September lalu, Inter harus menelan kekalahan dramatis 3-4. Saat itu, Nerazzurri sebenarnya sempat unggul 3-2 hingga 10 menit terakhir. Namun, Juventus membalikkan keadaan lewat gol tambahan dari Khephren Thuram dan Visilije Adzic. Kekalahan itu masih terasa membekas.
Modal Apik Jelang Derby
Bedanya, Inter kini datang dengan rasa percaya diri tinggi. Pasukan Simone Inzaghi sedang dalam tren luar biasa di Serie A. Dalam 12 laga terakhir, mereka tidak terkalahkan dan sukses mengamankan 11 kemenangan.
Terbaru, Inter bahkan berpesta lima gol tanpa balas di kandang Sassuolo. Lini depan yang dipimpin Lautaro Martinez tampil tajam, sementara pertahanan juga semakin solid.
Bek Inter, Yann Bisseck, menyampaikan bahwa timnya kini jauh berbeda dibandingkan awal musim. Ia menilai skuad Inter sudah berkembang, baik secara mental maupun kualitas permainan.
Mentalitas Jadi Senjata
Bisseck mengungkapkan bahwa timnya saat ini memiliki kekuatan mental yang lebih matang. Dengan kualitas pemain yang ada, ia percaya Inter mampu menyakiti tim mana pun.
Ia juga menambahkan bahwa Inter bukan lagi tim yang sama seperti di paruh pertama kompetisi. Menurutnya, banyak perbaikan yang sudah dilakukan. Namun, ia menegaskan bahwa semua klaim tersebut harus dibuktikan di atas lapangan, bukan sekadar lewat kata-kata.
Kepercayaan diri itu memang beralasan. Inter terakhir kali menang atas Juventus pada Februari 2025 dengan skor 1-0 di kandang sendiri. Setelah itu, mereka gagal menang dalam tiga Derby d’Italia terakhir, termasuk dua kekalahan.
Momentum Balas Dendam
Kini, kesempatan emas datang lagi di hadapan publik Giuseppe Meazza. Selain ingin membalas kekalahan 4-3 yang menyakitkan, Inter juga ingin menjaga momentum positif dalam perburuan gelar.
Juventus jelas bukan lawan sembarangan. Namun dengan performa yang sedang menanjak dan mentalitas yang disebut semakin kuat, Inter merasa siap menghadapi tekanan laga besar.
Derby d’Italia selalu menghadirkan tensi tinggi dan drama. Pertanyaannya, apakah Inter benar-benar sudah berevolusi seperti yang diyakini Bisseck? Jawabannya akan terlihat akhir pekan ini.


