Arenabetting – Nama Eden Hazard selalu identik dengan bakat alami, dribel lincah, dan gaya main penuh ekspresi. Namun di balik kehebatannya di lapangan, ada cerita menarik soal pendekatan berbeda yang sempat ia terima saat masih membela Chelsea. Hazard mengungkap bahwa dirinya pernah diminta berubah total oleh Maurizio Sarri, tapi ia memilih jalan lain.
Keinginan Sarri yang Ditolak Halus
Saat Maurizio Sarri menangani Chelsea pada musim 2018/2019, ia membawa standar profesionalisme yang sangat ketat. Sarri disebut ingin Hazard meniru pola hidup ala Cristiano Ronaldo, mulai dari diet super disiplin, kebiasaan latihan ekstra, hingga gaya hidup yang nyaris tanpa celah.
Tujuannya jelas, Sarri ingin Hazard naik satu level lagi dan menjadi mesin gol seperti Ronaldo. Namun, Hazard merasa pendekatan itu tidak cocok dengan dirinya. Ia memilih jujur dan menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin mengubah kehidupan pribadi demi meniru orang lain.
Jadi Diri Sendiri Lebih Penting
Hazard dikenal sebagai pemain yang menikmati hidup. Ia tak mau menolak ajakan makan malam bersama teman atau keluarga hanya demi menjaga citra atlet super disiplin. Menurutnya, kebahagiaan di luar lapangan justru membuatnya merasa lebih nyaman saat bermain.
Bagi Hazard, Ronaldo adalah Ronaldo dengan segala kedisiplinan ekstremnya, sementara dirinya adalah Hazard dengan gaya santai tapi tetap kompetitif. Ia merasa performa terbaiknya justru muncul ketika ia bisa menjadi dirinya sendiri, bukan versi tiruan dari pemain lain.
Bakat Alami vs Disiplin Ekstrem
Perbedaan Hazard dan Ronaldo memang cukup kontras. Ronaldo dikenal sebagai simbol kerja keras tanpa kompromi, sementara Hazard adalah contoh pemain dengan bakat alami yang mengalir. Meski sering dikritik soal berat badan usai liburan, Hazard nyaris selalu mampu kembali tajam saat musim berjalan.
Pendekatan santai itu terbukti sukses selama masa keemasannya di Chelsea. Hazard menjadi pemain kunci, membawa The Blues meraih berbagai gelar, termasuk Liga Europa bersama Sarri, meski dengan filosofi hidup yang sangat berbeda dari sang pelatih.
Akhir Karier yang Berbeda Jalan
Hazard memutuskan gantung sepatu pada 2023 di usia 32 tahun. Kariernya di Real Madrid memang tidak berjalan semulus di Inggris karena cedera yang datang silih berganti. Meski begitu, namanya tetap dikenang sebagai salah satu talenta terbaik generasinya.
Sementara itu, Ronaldo masih terus berlari melawan usia. Di umur 41 tahun, ia masih aktif bermain bersama Al Nassr dan tetap jadi tumpuan Portugal. Piala Dunia 2026 disebut bakal menjadi panggung terakhirnya di level internasional.
Kisah Hazard ini menegaskan satu hal penting: tidak semua pemain hebat harus berjalan di jalur yang sama. Ada yang sukses lewat disiplin ekstrem, ada pula yang bersinar dengan menjadi diri sendiri.


