Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Guardiola Tetap Percaya Haaland Jelang Duel Panas Lawan Liverpool

Arenabetting – Manchester City lagi ada di fase yang nggak biasa. Performa tim masih naik-turun, sementara mesin gol utama mereka, Erling Haaland, lagi seret gol di awal tahun 2026. Meski begitu, satu hal nggak berubah: kepercayaan penuh dari sang manajer, Pep Guardiola.

Jelang laga big match melawan Liverpool di Anfield, Guardiola menegaskan kalau Haaland tetap ia anggap sebagai striker terbaik di dunia. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa bomber asal Norwegia itu bakal dicadangkan.

Haaland Lagi Seret, Tapi Tetap Dipercaya

Secara statistik, Haaland memang lagi jauh dari kata tajam. Sepanjang 2026, ia baru mencetak dua gol dari 11 penampilan. Bahkan di Premier League, gol open-play terakhirnya tercipta saat City mengalahkan West Ham pada Desember lalu. Catatan ini jelas bikin banyak pihak mulai bertanya-tanya.

Apalagi City punya opsi lain yang lagi panas, yakni Omar Marmoush. Penyerang asal Mesir itu tampil meyakinkan setelah kembali dari Piala Afrika, dengan torehan tiga gol dalam lima laga terakhir. Situasi ini memunculkan isu bahwa Guardiola bakal melakukan rotasi di lini depan.

Namun Guardiola memilih berdiri di belakang Haaland. Baginya, performa sesaat tak menghapus kualitas besar yang dimiliki sang striker. Ia menilai Haaland tetap jadi sosok penyerang paling komplet dan berbahaya di sepakbola saat ini.

Dilema Rotasi Jelang Laga Krusial

Menariknya, Guardiola juga tidak secara gamblang memastikan siapa yang bakal jadi starter di Anfield. Ia hanya menegaskan keyakinannya pada Haaland, tanpa menutup kemungkinan perubahan taktik. Ini bikin teka-teki makin seru jelang laga besar.

City sendiri sangat butuh kemenangan. Saat ini mereka mengoleksi 47 poin dari 24 laga dan tertinggal enam angka dari Arsenal di puncak klasemen. Jika terpeleset lagi, jarak itu bisa makin melebar dan bikin perburuan gelar semakin berat.

Anfield, Mimpi Buruk Guardiola

Masalahnya, Anfield bukan tempat ramah bagi Guardiola. Selama menangani Manchester City, ia baru sekali menang di kandang Liverpool. Itu pun terjadi pada 2021, saat stadion tanpa penonton karena pandemi. Selebihnya, City lebih sering pulang dengan hasil mengecewakan.

Faktor atmosfer Anfield, tekanan publik, dan gaya main Liverpool selalu jadi tantangan tersendiri. Di sinilah peran Haaland diuji. Meski lagi seret, satu momen saja bisa mengubah segalanya.

Pada akhirnya, keputusan ada di tangan Guardiola. Apakah tetap mengandalkan sang mesin gol utama, atau memberi panggung pada opsi yang lagi panas. Yang jelas, kepercayaan Guardiola pada Haaland masih utuh. Tinggal menunggu, apakah kepercayaan itu bakal dibayar lunas di laga besar akhir pekan ini.