Arenabetting – Perjalanan Enzo Maresca bersama Chelsea resmi berakhir di awal 2026. Meski perpisahan ini datang di tengah musim dan situasi yang cukup bergejolak, pelatih asal Italia tersebut memilih pergi dengan perasaan lega. Maresca merasa telah meninggalkan The Blues di posisi yang layak dan tetap kompetitif.
Keputusan berpisah ini memang tak lepas dari performa Chelsea yang kurang konsisten. Dalam sembilan laga terakhir sebelum kepergiannya, Maresca hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan. Catatan itu membuat tekanan semakin besar, hingga akhirnya manajemen memilih jalan baru.
Namun, jika ditarik ke belakang, kiprah Maresca di Stamford Bridge tidak sepenuhnya kelabu. Dalam durasi 18 bulan menangani Chelsea, ia sukses menyumbangkan dua trofi bergengsi, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proyeknya sempat berjalan ke arah yang positif.
Pesan Perpisahan yang Penuh Emosi
Lewat media sosial pribadinya, Maresca menyampaikan salam perpisahan dengan nada yang hangat dan dewasa. Ia menilai dirinya pergi dengan hati tenang karena merasa Chelsea berada di jalur yang tepat sebagai klub besar. Menurutnya, Chelsea tetap berada di level yang seharusnya, baik secara prestasi maupun ambisi.
Maresca juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung The Blues. Ia menganggap dukungan fans selama satu setengah musim terakhir punya peran penting dalam perjalanan tim, mulai dari lolos ke Liga Champions hingga meraih dua gelar juara. Semua momen manis itu disebut akan selalu ia kenang sebagai bagian penting dalam kariernya.
Doa untuk Pemain dan Masa Depan Chelsea
Tak hanya untuk fans, Maresca juga menyelipkan pesan khusus bagi para pemain Chelsea. Ia mengapresiasi kebersamaan yang terjalin selama ini dan berharap skuad yang ia tinggalkan bisa meraih kesuksesan di paruh kedua musim serta di masa depan. Baginya, perjalanan bersama Chelsea adalah pengalaman luar biasa yang layak disyukuri.
Di sisi lain, Chelsea tak butuh waktu lama untuk bergerak. Manajemen klub langsung menunjuk Liam Rosenior sebagai pengganti Maresca. Pelatih yang sebelumnya menangani Strasbourg itu dipercaya membawa energi baru ke Stamford Bridge dan melanjutkan proyek jangka panjang klub.
Perpisahan Enzo Maresca mungkin terasa pahit bagi sebagian pihak, tapi caranya meninggalkan Chelsea menunjukkan kelas dan profesionalisme. Ia datang, bekerja, mempersembahkan trofi, lalu pergi tanpa drama. Kini, Chelsea membuka lembaran baru bersama Rosenior, sementara Maresca melangkah ke babak berikutnya dalam karier kepelatihannya dengan kepala tegak.


