Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Dikritik Soal Fisik, Martinez Jawab dengan Aksi di Lapangan

Arenabetting – Lisandro Martinez jadi bahan perbincangan jelang derby Manchester. Bek Manchester United itu sempat mendapat kritik tajam dari dua legenda klub, Paul Scholes dan Nicky Butt. Namun setelah pertandingan usai, komentar tersebut justru dinilai terlalu menyentuh ranah pribadi dan kurang adil jika melihat performa di lapangan.

Disorot karena Postur, Bukan karena Permainan

Menjelang laga melawan Manchester City, Scholes dan Butt menyoroti ukuran tubuh Lisandro Martinez yang dianggap kurang ideal untuk menghadapi striker sekelas Erling Haaland. Mereka menilai perbedaan postur bisa jadi masalah besar saat harus berduel langsung dengan penyerang asal Norwegia tersebut.

Fokus kritik pun lebih mengarah pada fisik, bukan pada kemampuan bertahan atau pengalaman Martinez menghadapi penyerang kuat. Hal ini langsung memancing perdebatan, karena banyak yang menilai kualitas bertahan tidak selalu ditentukan oleh tinggi badan semata.

Apalagi, Martinez dikenal sebagai bek yang agresif, punya timing tekel bagus, dan berani duel, meski tidak unggul secara postur.

Bukti di Lapangan Bikin Kritik Terbantahkan

Saat pertandingan berlangsung, prediksi itu justru tidak terbukti. Manchester United sukses menang 2-0 atas Manchester City, dan Martinez tampil solid dalam meredam pergerakan Haaland. Sepanjang laga, Haaland kesulitan mendapatkan ruang dan jarang mendapat peluang bersih.

Penampilan ini jadi jawaban langsung atas keraguan yang sebelumnya dilontarkan. Martinez menunjukkan bahwa membaca permainan, posisi yang tepat, dan keberanian dalam duel bisa menutup kekurangan fisik.

Setelah laga, Martinez pun merespons kritik dengan nada santai tapi tegas. Ia menyiratkan bahwa jika memang ada kritik, sebaiknya disampaikan secara langsung dan tidak berlebihan, apalagi jika menyangkut hal-hal personal.

Kritik Dinilai Sudah Terlalu Personal

Jurnalis Inggris, Alex Crook, ikut menyoroti situasi ini. Ia menilai bahwa hubungan antara legenda Manchester United dan tim saat ini memang sering diwarnai kritik keras. Menurutnya, kritik dalam sepak bola itu wajar, apalagi dari mantan pemain yang peduli dengan klub.

Namun, Crook menilai ada batas yang seharusnya tidak dilewati. Ketika kritik mulai mengarah ke fisik pemain, seperti tinggi badan, tanpa mempertimbangkan performa dan data pertandingan sebelumnya, maka itu sudah masuk ke wilayah yang kurang pantas.

Ia juga mengingatkan bahwa Martinez sebelumnya sudah beberapa kali menunjukkan mampu menghadapi Haaland dengan cukup baik, sehingga fokus pada postur tubuh terasa tidak relevan dengan fakta di lapangan.

Kisah ini akhirnya jadi pengingat bahwa penilaian terhadap pemain seharusnya lebih menekankan pada kontribusi dan performa, bukan sekadar faktor fisik. Lisandro Martinez sudah membuktikan bahwa kualitas bertahan tidak selalu bisa diukur dari tinggi badan, tapi dari keberanian, kecerdasan, dan konsistensi di lapangan.