Berita Bola – Raheem Sterling akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan kompetitif. Penyerang asal Inggris itu menjalani laga comeback saat membela Feyenoord dalam lanjutan Eredivisie, Senin dini hari WIB. Momen tersebut jadi sorotan karena ia sudah cukup lama menghilang dari panggung sepak bola profesional.
Pertandingan melawan Telstar di De Kuip menjadi titik balik perjalanan kariernya. Sterling masuk pada menit ke-61 menggantikan Gijs Smal, sekaligus menandai penampilan resminya setelah sembilan bulan absen.
Sembilan Bulan yang Tidak Mudah
Terakhir kali Sterling tampil di laga kompetitif terjadi saat masih berseragam Arsenal sebagai pemain pinjaman dari Chelsea musim lalu. Ia kala itu bermain di partai penutup Premier League menghadapi Southampton.
Setelah masa peminjamannya berakhir, Sterling kembali ke Chelsea. Namun situasinya berubah drastis. Ia disebut tidak masuk dalam rencana tim dan bahkan harus berlatih terpisah di bawah arahan manajer Enzo Maresca.
Pergantian pelatih pun tidak langsung memperbaiki keadaan. Ketika Liam Rosenior datang menggantikan Maresca, Sterling tetap tidak mendapatkan tempat. Kondisi tersebut membuat masa depannya di Stamford Bridge semakin tak jelas.
Pelabuhan Baru di Belanda
Pada bursa transfer musim panas, Chelsea akhirnya melepas Sterling ke Feyenoord. Kepindahan ini dianggap sebagai kesempatan baru bagi sang winger untuk menghidupkan kembali kariernya yang sempat redup.
Namun adaptasinya tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat absen dalam laga melawan Go Ahead Eagles karena izin kerjanya belum rampung. Situasi administratif itu membuat debutnya kembali tertunda.
Akhirnya, kesempatan yang dinanti datang juga. Saat menghadapi Telstar, Sterling dipercaya tampil di babak kedua dan membantu Feyenoord mengamankan kemenangan 2-1. Meski belum mencetak gol atau assist, kehadirannya memberi energi baru di lini serang.
Awal Baru untuk Bangkit
Comeback ini terasa spesial mengingat perjalanan karier Sterling sebelumnya begitu cemerlang. Ia pernah menjadi andalan di Liverpool dan Manchester City sebelum melanjutkan kiprah di Chelsea. Namun dinamika sepak bola membuatnya harus menerima fase sulit.
Kini bersama Feyenoord, Sterling seperti memulai bab baru. Eredivisie bisa menjadi panggung yang tepat untuk membangun kembali kepercayaan diri dan ritme permainannya. Usia 31 tahun memang bukan lagi kategori muda, tetapi pengalaman yang dimilikinya tetap jadi aset berharga.
Kemenangan atas Telstar mungkin hanya satu langkah kecil, tetapi bagi Sterling, itu adalah simbol kebangkitan. Setelah sembilan bulan tanpa pertandingan resmi, ia akhirnya kembali menginjak rumput dan merasakan kompetisi lagi. Perjalanan masih panjang, namun setidaknya roda kariernya sudah kembali berputar.


