Arenabetting – Manchester City kembali bikin pendukungnya geleng-geleng kepala. Bertandang ke markas Tottenham Hotspur, The Citizens harus puas dengan hasil imbang 2-2 di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (1/2/2026) malam WIB. Padahal, City sempat unggul dua gol lebih dulu dan terlihat berada di atas angin.
Hasil ini terasa makin menyakitkan karena jarak City dengan Arsenal di puncak klasemen Premier League semakin melebar. Selisih enam poin jelas bukan situasi ideal untuk tim yang datang dengan status juara bertahan dan langganan penantang gelar.
Mental Juara Dipertanyakan
Penampilan City dalam laga ini memunculkan tanda tanya besar soal mentalitas. Mereka terlihat mengontrol permainan di awal, tapi gagal menjaga intensitas saat lawan mulai menekan. Tottenham yang terus memacu tempo akhirnya menemukan celah dan mampu menyamakan kedudukan.
Banyak pengamat menilai City seperti kehilangan naluri untuk “menghabisi” pertandingan. Saat sudah unggul, permainan justru melambat dan memberi ruang bagi lawan untuk bangkit. Di level persaingan setinggi Premier League, kesalahan kecil seperti ini sering berujung mahal.
Sorotan Tajam dari Gary Neville
Kritik paling keras datang dari Gary Neville. Mantan bek Manchester United itu menilai performa City saat ini jauh dari standar tim juara. Ia menilai City seharusnya bisa mematikan laga sejak babak pertama, tetapi justru terlihat bermain setengah-setengah dan kurang klinis.
Neville juga menyoroti lemahnya respons City saat berada di bawah tekanan. Ketika lawan mulai agresif, lini tengah dan pertahanan City dinilai tidak cukup solid untuk menjaga keunggulan. Hal inilah yang membuat Tottenham dengan relatif mudah kembali ke pertandingan.
Dibandingkan Arsenal, City Tertinggal
Dalam pandangan Neville, perbedaan utama City dan Arsenal musim ini terletak pada ketahanan mental. Arsenal dinilai lebih siap menghadapi tekanan dan mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga. Sementara City kerap terlihat goyah ketika situasi mulai tidak ideal.
Masalah di lini tengah dan pertahanan City juga dianggap belum terselesaikan. Neville menyebut tidak ada sosok “tulang punggung” yang benar-benar bisa mengangkat tim di momen krusial. Kondisi ini membuat City terlihat rapuh, terutama saat menghadapi lawan yang berani menekan balik.
Pekerjaan Rumah untuk Pep Guardiola
Situasi ini jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pep Guardiola. Musim memang masih panjang dan peluang juara belum sepenuhnya tertutup. Namun, tanpa perbaikan cepat, jarak dengan Arsenal bisa semakin sulit dikejar.
Hasil imbang melawan Tottenham bukan sekadar kehilangan dua poin, tapi juga sinyal kuat bahwa City harus segera berbenah. Jika tidak, ambisi mempertahankan gelar Premier League berisiko berubah menjadi sekadar mimpi di akhir musim.


