Berita Bola – Chelsea kembali bikin pendukungnya geleng-geleng kepala. Sudah unggul cepat, main di kandang sendiri, tapi tetap gagal mengamankan tiga poin. Hasil imbang 1-1 kontra Burnley di Stamford Bridge, Sabtu (21/2/2026) malam WIB, jadi bukti kalau masalah lama The Blues belum benar-benar selesai.
Yang bikin makin nyesek, skenarionya hampir sama seperti laga-laga sebelumnya: unggul duluan, lalu kehilangan fokus, dan akhirnya dihukum di menit akhir.
Start Cepat, Akhirnya Buyar
Chelsea sebenarnya membuka laga dengan sangat meyakinkan. Joao Pedro sukses mencetak gol saat pertandingan baru berjalan empat menit. Gol cepat itu membuat publik Stamford Bridge sempat berharap malam akan berjalan mulus.
Namun setelah keunggulan tersebut, permainan Chelsea justru kehilangan tajinya. Mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya tambahan. Serangan terasa monoton dan kurang menggigit, sehingga Burnley perlahan menemukan ritme.
Situasi makin rumit ketika Wesley Fofana harus meninggalkan lapangan pada menit ke-72 akibat kartu merah. Bermain dengan 10 orang membuat Chelsea makin tertekan di sisa laga.
Kebobolan di Detik Akhir
Petaka akhirnya datang di masa injury time. Zian Flemming mencetak gol penyeimbang untuk Burnley dan membungkam stadion. Chelsea yang sebelumnya sudah di atas angin, dipaksa puas dengan skor 1-1.
Hasil ini membuat Chelsea tetap berada di posisi kelima klasemen Premier League, hanya unggul selisih gol dari Manchester United.
Padahal jika mampu mempertahankan keunggulan, mereka bisa memperlebar jarak dan memperkuat posisi di zona Eropa.
Penyakit Lama: Buang Poin dari Posisi Unggul
Masalah terbesar Chelsea musim ini adalah kegagalan mempertahankan keunggulan, terutama di kandang sendiri. Total sudah 17 poin melayang di Stamford Bridge setelah sempat unggul lebih dulu. Angka itu jadi yang tertinggi dibanding tim lain.
Jika dihitung di semua kompetisi, poin yang hilang di kandang mencapai 19 angka. Catatan tersebut hanya kalah dari West Ham United yang kehilangan 20 poin.
Statistik ini menunjukkan bahwa persoalan Chelsea bukan cuma soal taktik, tapi juga mentalitas saat memimpin pertandingan.
Raja Kartu Merah Musim Ini
Selain hobi buang poin, Chelsea juga punya reputasi kurang menyenangkan sebagai tim paling sering mendapat kartu merah musim ini. Kartu merah Fofana menjadi yang keenam di liga, unggul dua kartu dari Everton.
Secara keseluruhan, sudah delapan kartu merah dikoleksi Chelsea di semua ajang. Ironisnya, jumlah tersebut setara dengan total kemenangan kandang mereka di liga musim ini.
Jika kebiasaan ini terus berulang, ambisi Chelsea untuk finis di empat besar bisa terancam. Mereka jelas butuh evaluasi serius, baik dalam menjaga emosi maupun mempertahankan keunggulan. Karena di Premier League, lengah sedikit saja, hukumannya selalu mahal.


