Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Ronald Araujo Makin Dekat ke Liverpool, Darwin Nunez Sudah Beri Sinyal

Arenabetting – Kepindahan Ronald Araujo ke Liverpool tinggal menunggu pengumuman resmi setelah Darwin Nunez lebih dulu memberikan ucapan selamat kepada kompatriotnya dari Uruguay. Ronald Araujo hampir pasti menjadi pemain baru Liverpool pada musim 2026/2027. Bek asal Uruguay itu sudah berada di Inggris sejak Minggu (9/8/2026) untuk menjalani tes medis sekaligus menyelesaikan proses kepindahannya. Liverpool mendatangkan Araujo dengan status pinjaman sampai akhir musim. Dalam kesepakatan tersebut terdapat opsi pembelian permanen senilai 55 juta euro. Kehadirannya dinilai penting karena Liverpool sedang mengalami masalah di lini belakang. Darwin Nunez Beri Ucapan Selamat Sinyal kuat mengenai kepindahan Araujo datang dari Darwin Nunez. Mantan penyerang Liverpool yang juga merupakan rekan Araujo di Timnas Uruguay itu memberikan ucapan selamat melalui akun X miliknya. Nunez mengunggah foto bersama Araujo dan mendoakan agar sang bek meraih kesuksesan bersama Liverpool. Ia juga menyampaikan bahwa Araujo akan merasakan dukungan luar biasa dari para pendukung klub. Pesan tersebut semakin memperkuat kabar bahwa proses transfer Araujo sudah berada di tahap akhir. Nunez bahkan menegaskan bahwa rekannya kini telah menjadi bagian dari keluarga Liverpool. Ucapan tersebut mendapat perhatian karena datang dari pemain yang memahami atmosfer Liverpool secara langsung. Nunez juga masih memiliki kedekatan dengan Araujo sebagai sesama pemain Uruguay. Araujo Jadi Solusi Lini Belakang Liverpool memang membutuhkan tambahan pemain bertahan untuk menghadapi musim baru. Cedera yang dialami Joe Gomez dan Conor Bradley membuat pilihan di sektor belakang menjadi lebih terbatas. Kemampuan Araujo bermain di dua posisi menjadi salah satu alasan utama Liverpool tertarik membawanya ke Anfield. Ia bisa ditempatkan sebagai bek tengah maupun bek kanan sesuai kebutuhan tim. Kehadirannya memberikan tambahan opsi bagi pelatih dalam menyusun pertahanan. Araujo juga berpeluang langsung mendapatkan menit bermain jika kondisinya sudah siap. Dengan situasi tersebut, The Reds berharap kedatangan Araujo bisa membantu menjaga stabilitas lini belakang sepanjang musim. Transfer ini juga menjadi langkah penting untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat. Transfer Tinggal Tunggu Pengumuman Araujo sudah menyelesaikan tahapan penting berupa tes medis di Liverpool. Setelah seluruh administrasi selesai, klub diperkirakan segera mengumumkan kedatangannya secara resmi. Status pinjaman hingga akhir musim memberikan Liverpool kesempatan untuk melihat kontribusi Araujo sebelum menentukan langkah permanen. Jika performanya sesuai harapan, opsi pembelian 55 juta euro bisa diaktifkan. Bagi Araujo, kepindahan ini menjadi kesempatan untuk merasakan tantangan baru di Premier League. Ia juga akan bergabung dengan klub yang sedang menyiapkan skuad kompetitif untuk musim 2026/2027. Pembelian Ketiga Liverpool Araujo diproyeksikan menjadi rekrutan ketiga Liverpool pada bursa transfer musim panas 2026. Sebelumnya, klub sudah mendatangkan Jeremie Jacquet dan Victor Munoz. Kedatangan Araujo memperlihatkan fokus Liverpool dalam memperkuat skuad, terutama setelah muncul persoalan cedera di lini belakang. Sang pemain juga berpotensi langsung menjadi bagian penting dalam rotasi pertahanan. Kini, para pendukung The Reds hanya perlu menunggu pengumuman resmi. Jika tidak ada kendala pada tahap akhir, Araujo akan segera mengenakan seragam Liverpool dan memulai petualangan barunya di Premier League.

Ronald Araujo Makin Dekat ke Liverpool, Darwin Nunez Sudah Beri Sinyal Read More »

Robert Sanchez Yakin Chelsea Bisa Bangkit di Premier League 2026/2027

Arenabetting – Robert Sanchez percaya diri Chelsea bisa tampil lebih baik pada Premier League 2026/2027. Kiper asal Spanyol itu melihat absennya The Blues dari kompetisi Eropa sebagai keuntungan karena tim dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada liga. Chelsea menjalani musim lalu dengan hasil mengecewakan setelah hanya finis di posisi ke-10. Posisi tersebut membuat mereka tidak mendapatkan tiket untuk tampil di kompetisi Eropa musim ini. Situasi itu menjadi pukulan, tetapi juga membuka peluang bagi skuad untuk memiliki jadwal yang lebih longgar. Chelsea kemudian melakukan perubahan besar untuk menghadapi musim baru. Xabi Alonso ditunjuk sebagai manajer, sementara beberapa pemain baru didatangkan untuk memperkuat skuad. Sanchez menilai kondisi tersebut bisa menjadi awal positif untuk kembali membawa klub bersaing di papan atas. Fokus Penuh pada Kompetisi Liga Sanchez melihat tidak adanya pertandingan Eropa sebagai keuntungan bagi Chelsea. Tim bisa lebih fokus menjalani Premier League tanpa harus membagi tenaga untuk kompetisi lain. Dengan jadwal yang lebih ringan, para pemain juga memiliki waktu pemulihan yang lebih baik. Kondisi tersebut diharapkan membantu Chelsea menjaga kebugaran sepanjang musim. Sanchez optimistis Chelsea dapat memanfaatkan situasi itu. Ia menilai satu pertandingan dalam sepekan memberikan kesempatan bagi tim untuk mempersiapkan diri secara lebih maksimal. Perubahan Besar di Dalam Skuad Chelsea kini memasuki era baru bersama Xabi Alonso. Sang manajer membawa rencana permainan yang masih dipelajari para pemain selama pramusim. Sanchez mengakui seluruh skuad masih berusaha memahami keinginan Alonso. Para pemain harus menyesuaikan diri dengan sistem dan pendekatan baru yang diterapkan sang pelatih. Selain pergantian manajer, Chelsea juga memperkuat skuad dengan beberapa pemain baru. Morgan Rogers, Marco Palestra, Danny Welbeck, dan Jordan Henderson menjadi bagian dari perubahan tersebut. Kehadiran pemain dengan karakter berbeda membuat persaingan internal semakin menarik. Sanchez berharap seluruh pemain bisa cepat menyatu sebelum kompetisi resmi dimulai. Hasil Pramusim Belum Konsisten Chelsea mencatatkan dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang selama rangkaian pramusim. Hasil tersebut menunjukkan masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki sebelum musim berjalan. Namun, Sanchez tidak ingin terlalu fokus pada hasil pertandingan persahabatan. Menurutnya, kesempatan bermain dan memahami sistem baru menjadi bagian terpenting dari persiapan. Para pemain mendapatkan menit bermain untuk membangun kondisi fisik. Mereka juga memiliki kesempatan memahami peran masing-masing dalam sistem permainan Alonso. Chelsea masih memiliki satu pertandingan pramusim melawan Real Sociedad pada 15 Agustus. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk mematangkan persiapan sebelum kompetisi resmi. Target Bangkit di Premier League Musim lalu menjadi pengalaman yang ingin segera dilupakan Chelsea. Finis di posisi ke-10 membuat klub harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki posisi pada musim baru. Sanchez yakin waktu persiapan yang lebih panjang dapat membantu Chelsea tampil lebih konsisten. Tanpa gangguan kompetisi Eropa, energi tim bisa diarahkan sepenuhnya untuk Premier League. Chelsea akan memulai perjalanan musim 2026/2027 dengan bertandang ke markas Fulham pada 24 Agustus. Laga tersebut menjadi ujian pertama bagi skuad baru Alonso. Jika mampu memanfaatkan jadwal yang lebih ringan dan cepat beradaptasi dengan sistem baru, Chelsea punya peluang memperbaiki pencapaiannya. Sanchez pun optimistis The Blues bisa menjalani musim yang jauh lebih positif.

Robert Sanchez Yakin Chelsea Bisa Bangkit di Premier League 2026/2027 Read More »

Viktor Gyokeres Lebih Siap di Arsenal, Mampukah Lebih Tajam Musim Ini?

Arenabetting – Viktor Gyokeres merasa kondisi fisiknya jauh lebih baik dibandingkan pramusim pertamanya bersama Arsenal. Penyerang asal Swedia itu kini mengikuti persiapan tim sejak awal setelah sebelumnya hanya menjalani pramusim secara terbatas karena situasi transfer yang panjang. Gyokeres bergabung dengan Arsenal dari Sporting CP pada musim panas 2025. Ketika itu, ia hanya tampil dalam tiga pertandingan uji coba karena belum memiliki kebugaran yang cukup. Situasi tersebut terjadi karena ia tidak menjalani latihan bersama Sporting CP selama proses kepindahannya berlangsung. Kini kondisinya berbeda. Setelah memperkuat Swedia di Piala Dunia 2026, Gyokeres langsung mengikuti tur pramusim Arsenal. Ia sudah tampil menghadapi Girona, Real Betis, dan Borussia Dortmund, serta dijadwalkan bermain melawan Como pada laga persiapan terakhir. Gyokeres Rasakan Perbedaan Besar Gyokeres mengakui persiapan musim ini terasa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia mendapatkan waktu lebih banyak untuk menjalani latihan dan pertandingan bersama Arsenal. Kondisi fisiknya juga terasa semakin bagus. Hal tersebut menjadi modal penting bagi Gyokeres karena musim baru akan menghadirkan jadwal padat sejak awal kompetisi. Berbeda dengan musim sebelumnya, Gyokeres kini bisa mengikuti program tim secara lebih lengkap. Ia memiliki kesempatan membangun ritme sebelum pertandingan resmi dimulai. Situasi tersebut membuat Arsenal bisa berharap lebih banyak dari penyerang andalannya. Gyokeres juga memiliki waktu untuk meningkatkan hubungan dengan para pemain lain di lini depan. Musim Pertama Berikan Modal Pada musim 2025/2026, Gyokeres mencatatkan 21 gol dan empat assist dari 55 penampilan di seluruh kompetisi bersama Arsenal. Catatan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi musim keduanya. Kontribusinya membantu Arsenal meraih gelar Premier League pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir. The Gunners juga berhasil mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Meski demikian, Arsenal tentu ingin melihat peningkatan dari Gyokeres. Pengalaman satu musim membuatnya kini lebih memahami karakter permainan tim dan tuntutan sepakbola Inggris. Dengan persiapan yang lebih matang, peluang Gyokeres untuk tampil lebih konsisten juga terbuka. Ia tidak lagi memulai musim dalam kondisi tertinggal dari rekan-rekannya. Arsenal Butuh Ketajaman Gyokeres Arsenal membutuhkan produktivitas Gyokeres sejak pertandingan kompetitif pertama musim ini. Laga Community Shield melawan Manchester City menjadi kesempatan awal bagi sang penyerang untuk menunjukkan perkembangan. Persiapan panjang dapat membantu Gyokeres mendapatkan ketajaman lebih cepat. Ritme bermain yang sudah terbentuk juga membuatnya tidak perlu terlalu lama mencari bentuk terbaik. Selain mencetak gol, pergerakan Gyokeres akan menjadi bagian penting dalam sistem permainan Arsenal. Kemampuannya membuka ruang bisa memberikan lebih banyak pilihan serangan bagi pemain di belakangnya. Tekanan tetap akan ada karena ekspektasi terhadapnya semakin tinggi. Setelah menjalani satu musim di Inggris, Gyokeres kini dituntut memberikan kontribusi lebih besar. Tantangan Besar Menanti Musim Baru Gyokeres punya kesempatan membuktikan bahwa musim keduanya bisa berjalan lebih baik. Kondisi fisik yang lebih siap menjadi salah satu faktor pendukung sebelum kompetisi resmi dimulai. Arsenal juga membutuhkan pemain depan yang mampu tampil konsisten sepanjang musim. Persaingan di Premier League dan Liga Champions akan membuat ketajaman lini depan sangat menentukan. Laga melawan Manchester City di Community Shield bisa menjadi langkah awal. Jika mampu tampil meyakinkan, Gyokeres dapat memasuki musim baru dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi.

Viktor Gyokeres Lebih Siap di Arsenal, Mampukah Lebih Tajam Musim Ini? Read More »

Debut Gemilang Ter Stegen di Ajax, Maarten Paes Langsung Tersisih?

Arenabetting – Marc-Andre Ter Stegen langsung memberikan kesan positif pada debutnya bersama Ajax. Kiper asal Jerman itu tampil solid saat menghadapi PEC Zwolle dan membantu timnya meraih kemenangan 2-0 pada laga pembuka Eredivisie, Minggu (9/8/2026). Ter Stegen baru bergabung dengan Ajax pada 4 Agustus 2026. Ia datang dari Barcelona dengan status pinjaman, tetapi hanya membutuhkan waktu lima hari untuk langsung mendapatkan kesempatan tampil sebagai penjaga gawang utama. Kehadiran Ter Stegen membuat posisi Maarten Paes berubah. Kiper Timnas Indonesia itu sebelumnya selalu tampil dalam rangkaian pramusim Ajax, termasuk tiga pertandingan Conference League. Namun, kedatangan kiper berpengalaman dari Barcelona membuat persaingan di bawah mistar kembali berubah. Ter Stegen Langsung Jadi Pilihan Utama Ter Stegen langsung dipercaya tampil sejak menit awal melawan PEC Zwolle. Keputusan tersebut cukup menarik karena sang kiper baru beberapa hari bergabung dengan skuad Ajax. Dalam pertandingan itu, Ter Stegen mampu menjaga gawangnya tetap aman. Ia membuat dua penyelamatan penting yang membantu Ajax mengamankan kemenangan tanpa kebobolan. Penampilan tersebut menjadi awal yang sangat baik bagi kiper berusia 34 tahun itu. Ter Stegen terlihat mampu beradaptasi dengan cepat meski baru mengenal sistem permainan dan rekan-rekan barunya. Paes Kehilangan Posisi Sebelum Ter Stegen datang, Paes menjadi salah satu kiper yang rutin mendapatkan kesempatan bermain. Ia bahkan tampil dalam tiga laga Conference League Ajax melawan Vojvodina dan Shelbourne. Situasi tersebut membuat Paes memiliki peluang besar untuk memulai musim sebagai pilihan utama. Namun, kedatangan Ter Stegen mengubah persaingan hanya dalam waktu singkat. Ajax tentu memiliki alasan kuat mendatangkan kiper dengan pengalaman panjang di level tertinggi. Ter Stegen pernah menjadi andalan Barcelona dan memiliki pengalaman bermain di berbagai kompetisi besar Eropa. Kini Paes harus kembali bersaing untuk mendapatkan menit bermain. Persaingan tersebut menjadi tantangan besar karena Ter Stegen langsung memperlihatkan kualitasnya pada laga pertama. Fans Ajax Langsung Terpukau Performa Ter Stegen mendapat sambutan positif dari para pendukung Ajax. Penampilan tanpa kebobolan pada laga debut membuat kepercayaan fans terhadap rekrutan baru itu meningkat. Sejumlah penggemar bahkan berharap Ajax mempertahankan Ter Stegen secara permanen. Mereka menilai kiper Jerman tersebut mampu menjadi solusi untuk posisi penjaga gawang. Respons itu muncul setelah Ter Stegen menunjukkan ketenangan dan pengalaman di bawah mistar. Penampilan tersebut juga membuat ekspektasi terhadapnya langsung meningkat. Bagi Ajax, kehadiran kiper berpengalaman seperti Ter Stegen bisa menjadi keuntungan besar. Tim yang dikenal sebagai De Godenzonen itu membutuhkan pemain berpengalaman untuk membantu mengejar target sepanjang musim. Pelatih Percaya Kemampuan Ter Stegen Pelatih Ajax menjelaskan bahwa Ter Stegen memang sudah siap tampil meski baru beberapa hari berada di klub. Pengalaman panjang sang kiper menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya sejak awal. Menurut sang pelatih, staf kepelatihan memiliki kepercayaan besar terhadap kemampuan Ter Stegen. Perubahan keputusan mengenai susunan pemain kemudian membuatnya langsung masuk sebagai starter. Debut tersebut akhirnya berjalan sesuai harapan. Ter Stegen membantu Ajax meraih tiga poin sekaligus mencatatkan clean sheet pada laga pertamanya. Paes kini menghadapi persaingan baru untuk merebut tempat utama. Jika Ter Stegen mampu mempertahankan performa seperti ini, posisi kiper Timnas Indonesia itu di Ajax berpotensi semakin sulit.

Debut Gemilang Ter Stegen di Ajax, Maarten Paes Langsung Tersisih? Read More »

Mourinho Ungkap Penyebab Perseteruannya dengan Casillas di Real Madrid

Arenabetting – Jose Mourinho kembali membuka cerita mengenai perselisihannya dengan Iker Casillas ketika pertama kali melatih Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu mengungkap sikap Casillas yang membuatnya tidak nyaman hingga hubungan keduanya semakin memburuk. Mourinho menangani Madrid pada 2010 hingga 2013. Dalam dua musim pertamanya, ia berhasil membawa Los Blancos meraih gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, musim 2012/2013 berjalan buruk karena Madrid gagal memenangkan trofi mayor. Pada musim tersebut, Madrid kalah dari Atletico Madrid di final Copa del Rey dan finis sebagai runner-up LaLiga dengan jarak 15 poin dari Barcelona. Di tengah situasi itu, Casillas juga kehilangan posisi sebagai penjaga gawang utama sehingga hubungan dengan Mourinho semakin panas. Hubungan Mourinho dan Casillas Memburuk Perselisihan Mourinho dan Casillas akhirnya ikut memengaruhi kondisi ruang ganti Madrid. Sejumlah pemain besar berada di sisi Casillas, termasuk Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo. Casillas kemudian menceritakan bahwa hubungannya dengan Mourinho menjadi sangat dingin. Ia merasa hubungan tersebut sudah mencapai titik yang sulit untuk diperbaiki. Sami Khedira yang saat itu menjadi bagian dari skuad Madrid juga menggambarkan situasi ruang ganti sebagai kondisi yang kacau. Menurutnya, keputusan Mourinho mencadangkan Casillas membuat hubungan sang pelatih dengan sejumlah pemain semakin buruk. Kondisi tersebut kemudian meluas ke pemain Spanyol dan beberapa bintang lainnya. Hubungan Mourinho dengan Cristiano Ronaldo, Casillas, serta Ramos ikut mengalami ketegangan. Mourinho Punya Pandangan Berbeda Mourinho memiliki alasan sendiri mengenai perlakuannya terhadap Casillas. Ia merasa sang kapten Madrid dan beberapa pemain lain terlalu banyak mengajukan permintaan yang menurutnya tidak sesuai dengan standar profesional yang ingin diterapkan. Dalam tiga pertemuan awal dengan Casillas, Mourinho mengingat beberapa permintaan yang disampaikan sang kapten. Salah satunya berkaitan dengan tambahan waktu libur untuk pemain yang memperkuat tim nasional. Permintaan berikutnya berkaitan dengan jadwal latihan. Casillas meminta sesi latihan dimulai satu jam lebih lambat karena kondisi lalu lintas Madrid pada waktu yang ditentukan Mourinho. Pada kesempatan berikutnya, Casillas juga menyampaikan keinginan pemain agar tidak perlu menginap di hotel dan cukup berkumpul pada hari pertandingan. Rangkaian permintaan tersebut membuat Mourinho menilai beberapa pemainnya terlalu manja. Rivalitas dengan Barcelona Memperburuk Situasi Perselisihan Mourinho dan Casillas juga berkaitan dengan rivalitas Madrid melawan Barcelona. Persaingan kedua klub memang sangat panas ketika Mourinho berada di Santiago Bernabeu. Casillas memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemain Barcelona karena mereka merupakan rekan setimnya di Timnas Spanyol. Saat itu, Spanyol sedang berada dalam periode emas setelah meraih dua gelar Piala Eropa dan satu Piala Dunia. Mourinho melihat kedekatan tersebut dari sudut pandang berbeda. Ia menganggap pemain Madrid harus menunjukkan sikap berbeda ketika menghadapi Barcelona dalam pertandingan klub. Menurut Mourinho, rasa hormat kepada lawan tetap penting, tetapi rivalitas klub memiliki batas yang tidak boleh dilewati. Perbedaan pandangan inilah yang membuat hubungan keduanya semakin sulit. Mourinho Kembali ke Real Madrid Mourinho akhirnya meninggalkan Madrid pada 2013 dan posisinya kemudian diisi Carlo Ancelotti. Casillas masih bertahan hingga 2015 sebelum melanjutkan karier bersama Porto. Kini, Mourinho kembali ke Madrid untuk periode keduanya. Ia datang setelah klub melewati dua musim tanpa trofi mayor dan diharapkan mampu mengembalikan mental juara. Reuni Mourinho dengan Madrid juga membuat cerita lama bersama Casillas kembali menjadi perhatian. Meski sang kiper sudah lama meninggalkan klub, perselisihan mereka tetap menjadi salah satu bagian paling menarik dari periode pertama Mourinho di Santiago Bernabeu.

Mourinho Ungkap Penyebab Perseteruannya dengan Casillas di Real Madrid Read More »

Javier Tebas Kembali Serang Infantino: Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir

Arenabetting – Presiden LaLiga Javier Tebas kembali melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Tebas menilai kepemimpinan Infantino tidak memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sepakbola dan justru berpotensi mengganggu fondasi kompetisi domestik. Tebas memang sudah lama menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan FIFA di bawah Infantino. Salah satu persoalan yang paling sering ia soroti adalah rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta. Rencana tersebut akhirnya batal setelah mendapat penolakan dari berbagai konfederasi sepakbola dan memunculkan ancaman boikot. Situasi itu membuat tekanan terhadap Infantino semakin besar, termasuk tuntutan agar ia meninggalkan posisi Presiden FIFA. Tebas Sudah Lama Kritik Infantino Tebas menegaskan bahwa kritik terhadap Infantino bukan muncul karena persoalan terbaru. Ia mengaku sudah memperhatikan gaya kepemimpinan Presiden FIFA tersebut sejak lama. Menurut Tebas, era kepemimpinan Infantino seharusnya sudah berakhir. Ia menilai persoalan yang terjadi sekarang hanya membuat lebih banyak pihak mulai melihat masalah yang sebelumnya sudah ia soroti. Presiden LaLiga itu juga meminta perubahan besar di tubuh FIFA. Menurutnya, pergantian beberapa pejabat saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan tata kelola organisasi. Tebas berharap perubahan tersebut dilakukan secara menyeluruh. Ia ingin FIFA memiliki arah baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan sepakbola secara global. Kebijakan Infantino Jadi Sorotan Salah satu kebijakan yang paling keras ditentang Tebas adalah rencana menjual saham Piala Dunia. Ia menilai langkah tersebut berpotensi mengubah cara sepakbola dikelola dan membuka ruang terlalu besar bagi kepentingan komersial. Wacana itu akhirnya tidak berjalan setelah mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak. Ancaman boikot dari konfederasi juga membuat rencana tersebut semakin sulit diteruskan. Tebas melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari gaya kepemimpinan Infantino. Ia menilai sejumlah proyek yang didorong Presiden FIFA justru dapat mengganggu keberadaan liga-liga nasional. Bagi Tebas, sepakbola tidak seharusnya hanya berpusat pada kelompok elite. Kompetisi domestik tetap menjadi bagian penting yang harus dilindungi dalam perkembangan olahraga tersebut. LaLiga Khawatir Liga Nasional Terpinggirkan Tebas menilai proyek-proyek FIFA di bawah Infantino berpotensi melemahkan posisi liga nasional. Menurutnya, kompetisi domestik merupakan fondasi utama yang membuat sepakbola tetap memiliki hubungan kuat dengan penggemar. Ia juga menilai perkembangan sepakbola tidak bisa hanya diukur dari besarnya proyek internasional. Struktur kompetisi di setiap negara tetap harus mendapatkan perhatian dan perlindungan. Pandangan tersebut membuat Tebas berulang kali berseberangan dengan FIFA. Ia ingin kebijakan global tetap mempertimbangkan kepentingan klub dan liga yang menjalankan kompetisi sepanjang musim. Karena itu, Tebas menganggap perubahan di tubuh FIFA sangat diperlukan. Ia berharap pemimpin berikutnya mampu membawa pendekatan yang lebih seimbang antara kepentingan global dan kompetisi domestik. Tebas Ingin Perombakan Total FIFA Tebas tidak hanya meminta pergantian Infantino. Ia berharap perubahan kepemimpinan di FIFA diikuti perombakan yang benar-benar menyeluruh. Menurutnya, mengganti satu pejabat dengan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah jika pola kerja dan sistem yang ada tetap sama. FIFA membutuhkan perubahan yang lebih mendasar dalam cara organisasi mengambil keputusan. Infantino sendiri masih menjalankan tugas sebagai Presiden FIFA dan menghadapi berbagai sorotan. Kritik Tebas menjadi salah satu tekanan politik yang terus mengiringi masa kepemimpinannya. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana masa depan FIFA dan proses pergantian kepemimpinan akan berjalan. Tebas berharap perubahan tersebut dapat membawa sepakbola kembali berfokus pada kepentingan olahraga, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu.

Javier Tebas Kembali Serang Infantino: Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir Read More »