Arenabetting – Benfica memastikan langkah ke babak playoff 16 besar Liga Champions dengan cara yang benar-benar mendebarkan. Bermain di kandang sendiri, klub asal Portugal itu menundukkan Real Madrid dengan skor 4-2 pada laga terakhir fase liga. Hasil tersebut membuat stadion di Lisbon bergemuruh, sementara sang pelatih, Jose Mourinho, mengakui dirinya mengalami ketegangan yang jarang ia rasakan sepanjang karier.
Pertandingan Penuh Balik Arah
Sejak awal laga, tensi pertandingan sudah terasa tinggi. Real Madrid sempat unggul lebih dulu lewat gol Kylian Mbappe, yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pembeda. Namun Benfica tidak tinggal diam. Tuan rumah mampu membalikkan keadaan sebelum jeda lewat gol Schjelderup dan eksekusi penalti Pavlidis, menutup babak pertama dengan keunggulan.
Memasuki babak kedua, Benfica langsung tancap gas. Schjelderup kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Benfica unggul 3-1. Keunggulan itu belum membuat laga tenang. Mbappe kembali mencetak gol dan menghidupkan harapan Real Madrid, sekaligus membuat suasana pertandingan semakin panas.
Gol Penentu di Detik Akhir
Ketika skor 3-2, Benfica ternyata belum sepenuhnya aman. Posisi mereka di klasemen masih rawan, karena selisih gol menjadi penentu. Situasi ini baru disadari Jose Mourinho di pinggir lapangan. Ia kemudian meminta seluruh pemain untuk terus menekan dan tidak bermain aman.
Keputusan itu terbukti tepat. Pada momen terakhir pertandingan, kiper Turbin ikut maju dalam situasi bola mati dan sukses mencetak gol sundulan yang memastikan kemenangan 4-2. Gol tersebut menjadi penentu langkah Benfica ke posisi ke-24, batas akhir tiket ke babak playoff Liga Champions.
Kartu Merah dan Ketegangan Tinggi
Laga ini juga diwarnai insiden kartu merah. Dua pemain Real Madrid, Asencio dan Rodrygo, harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat akumulasi kartu kuning. Kondisi ini membuat pertandingan semakin tidak terkendali dan sarat emosi, baik di lapangan maupun di bangku cadangan.
Mourinho menyebut pertandingan ini berbeda dari laga-laga sebelumnya yang pernah ia jalani. Ia merasa setiap momen terasa seperti belum cukup, sehingga tim harus terus menekan dan mencari gol tambahan tanpa henti.
Lolos Tipis, Kepuasan Maksimal
Dengan kemenangan ini, Benfica mengoleksi sembilan poin, sama dengan Marseille yang berada tepat di bawah mereka. Namun Benfica berhak lolos karena unggul selisih gol. Marseille sendiri gagal memperbaiki keadaan setelah kalah telak dari Club Brugge di laga terakhir.
Bagi Mourinho, kemenangan ini bukan hanya soal tiket playoff, tetapi juga soal mental dan sikap pemain. Ia mengapresiasi perjuangan timnya yang tidak menyerah hingga detik terakhir. Benfica pun melangkah ke fase berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi, membawa modal emosional besar dari salah satu laga paling dramatis di Liga Champions musim ini.


