Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Baresi Bela Gattuso, Kegagalan Italia ke Piala Dunia Bukan Salah Pelatih

Arenabetting – Timnas Italia kembali gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff. Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina jadi pukulan berat yang makin memperpanjang periode buruk Gli Azzurri di kancah internasional.

Pertandingan berjalan sengit hingga harus ditentukan lewat adu penalti. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Italia akhirnya kalah 1-4 dalam drama tos-tosan.

Kegagalan ini memicu banyak kritik, termasuk terhadap pelatih Gennaro Gattuso. Namun legenda Italia, Franco Baresi, justru punya pandangan berbeda soal situasi tersebut.

Laga Dramatis yang Berakhir Pahit

Italia sebenarnya sempat berada di posisi unggul lebih dulu. Gol dari Moise Kean di babak pertama membuat harapan untuk lolos sempat terbuka.

Namun situasi berubah drastis setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah di menit ke-41. Bermain dengan 10 orang jelas membuat tekanan terhadap Italia meningkat.

Bosnia akhirnya mampu menyamakan kedudukan di babak kedua. Laga pun berlanjut hingga perpanjangan waktu tanpa pemenang.

Saat adu penalti, Italia gagal memanfaatkan peluang dengan baik dan harus menerima kekalahan.

Hat-trick Gagal ke Piala Dunia

Kegagalan ini membuat Italia mencatatkan rekor yang cukup memalukan. Mereka kini absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.

Sebelumnya, Italia juga gagal lolos di edisi 2018 dan 2022 melalui jalur playoff. Situasi ini jelas jauh dari status mereka sebagai juara dunia empat kali.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi bukan hanya terjadi dalam satu periode saja.

Ada persoalan yang lebih dalam yang perlu segera diperbaiki oleh federasi dan seluruh pihak terkait.

Baresi Nilai Gattuso Sudah Maksimal

Franco Baresi menilai bahwa Gattuso tidak layak dijadikan kambing hitam atas kegagalan ini. Ia melihat sang pelatih sudah bekerja maksimal dalam waktu yang terbatas.

Gattuso memang baru mengambil alih tim pada pertengahan 2025. Waktu yang dimiliki untuk membangun tim bisa dibilang sangat sempit.

Meski begitu, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik dengan kondisi yang ada. Hal ini diakui langsung oleh Baresi.

Menurutnya, kegagalan ini bukan sepenuhnya tanggung jawab pelatih.

Masa Depan Italia Masih Jadi Tanda Tanya

Baresi sendiri tidak ingin ikut campur soal keputusan apakah Gattuso harus bertahan atau tidak. Ia menyerahkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang.

Namun satu hal yang jelas, Italia perlu melakukan evaluasi besar-besaran. Kegagalan berulang ini tidak bisa terus dibiarkan.

Perubahan sistem dan pembinaan pemain jadi salah satu hal yang harus segera diperhatikan.

Jika tidak ada perbaikan, Italia berpotensi terus tertinggal dan sulit kembali ke level tertinggi sepakbola dunia.