Mourinho Nilai Trent Alexander-Arnold Tak Cocok Jadi Gelandang Real Madrid
Arenabetting – Trent Alexander-Arnold mendapat peran berbeda saat Real Madrid menghadapi Inter Milan di Liga Champions. Bek asal Inggris itu dimainkan sebagai gelandang kanan oleh Jose Mourinho dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu. Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Inter Milan pada Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Kylian Mbappe dan Federico Valverde mencetak gol untuk Los Blancos, sementara Inter hanya mampu membalas lewat Carlos Augusto. Alexander-Arnold dipercaya tampil sejak awal dan berada di lapangan selama 78 menit. Setelah itu, Mourinho menariknya keluar untuk memberikan kesempatan bermain kepada Aurelien Tchouameni. Eksperimen tersebut akhirnya mendapat perhatian khusus dari sang pelatih. Alexander-Arnold Jalani Peran Berbeda Dalam pertandingan tersebut, Alexander-Arnold ditempatkan di sisi kanan lini tengah. Posisi itu membuatnya harus menjalankan tugas yang berbeda dibandingkan perannya sebagai bek sayap. Menurut catatan Transfermarkt, pemain berusia 27 tahun tersebut mencatat 35 sentuhan sepanjang pertandingan. Ia juga mampu memberikan dua umpan kunci untuk membantu serangan Real Madrid. Ketika timnya kehilangan bola, Alexander-Arnold tetap ikut membantu pertahanan. Ia tercatat melakukan dua sapuan dan berusaha menjaga keseimbangan permainan dari area tengah. Mourinho Puas dengan Permainannya Mourinho tetap memberikan penilaian positif terhadap penampilan Alexander-Arnold. Sang pelatih melihat pemainnya mampu memahami instruksi taktik dan menjalankan tugas yang diberikan dengan cukup baik. Alexander-Arnold juga dinilai mampu bekerja sama dengan Federico Valverde untuk meredam pergerakan pemain Inter Milan, termasuk Curtis Jones dan Nicolo Barella yang aktif mencari ruang di lini tengah. Meski begitu, Mourinho melihat adanya perbedaan besar antara bermain sebagai bek sayap dan gelandang. Alexander-Arnold harus menghadapi situasi ketika ruang di depannya dan belakangnya sama-sama terbuka. Kondisi tersebut membuat pengambilan keputusan menjadi lebih rumit. Pemain yang dikenal memiliki kualitas umpan panjang itu harus lebih cepat membaca permainan ketika berada di area tengah. Posisi Gelandang Dinilai Bukan Peran Ideal Mourinho menilai Alexander-Arnold sebenarnya pernah menjalankan tugas serupa ketika masih memperkuat Liverpool maupun tim nasional Inggris. Namun, peran tersebut belum menjadi posisi yang benar-benar cocok untuknya. Menurut sang pelatih, tuntutan fisik sebagai gelandang jauh berbeda. Seorang pemain di posisi itu harus memiliki energi besar untuk terus bergerak, menutup ruang, membantu serangan, sekaligus kembali bertahan. Alexander-Arnold memiliki karakter yang lebih kuat sebagai bek sayap dengan posisi yang jelas. Kemampuannya dalam mengirim umpan dan membaca permainan dari sisi lapangan menjadi salah satu kelebihan utamanya. Karena itu, eksperimen tersebut kemungkinan lebih menjadi pilihan taktik dalam situasi tertentu. Mourinho tampaknya masih melihat Alexander-Arnold sebagai pemain yang lebih maksimal ketika mendapatkan ruang untuk bermain dari posisi bek sayap. Madrid Tetap Raih Hasil Positif Terlepas dari perdebatan soal posisi, Real Madrid tetap mendapatkan hasil penting dari pertandingan tersebut. Kemenangan atas Inter membuat Los Blancos mampu menjaga momentum positif di Liga Champions. Mbappe membuka keunggulan Madrid sebelum Valverde memperlebar jarak. Inter kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Carlos Augusto, tetapi tuan rumah berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir. Bagi Alexander-Arnold, pertandingan ini menjadi pengalaman menarik dalam proses adaptasinya bersama Madrid. Ia harus siap menjalankan berbagai instruksi, meski posisi gelandang bukan peran yang paling sesuai dengan karakter permainannya.
Mourinho Nilai Trent Alexander-Arnold Tak Cocok Jadi Gelandang Real Madrid Read More »





