Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

betarena

Sergio Conceicao Cuma Membutuhkan Dua Laga Buat Raih Trofi Pertama Di Milan

Berita Bola – Baru ditunjuk sebagai pelatih sebelum tahun baru, Sergio Conceicao langsung mempersembahkan trofi untuk AC Milan. Ia hanya perlu dua laga untuk melakukannya. Rossoneri menang dramatis 3-2 atas Inter Milan dalam final Piala Super Italia yang digelar di Riyadh, Selasa (7/1/2025) dini hari WIB. Tertinggal dua gol lebih dulu, Rafael Leao dkk bangkit dan memastikan kemenangan di injury time babak kedua. Hasil ini menjadi awal yang baik untuk Conceicao di Milan. Ia menggantikan Paulo Fonseca yang dinilai gagal menampilkan performa konsisten dan dikabarkan terlibat friksi dengan sejumlah pemain bintang. Harapannya, Milan membaik di paruh kedua musim ini. Namun siapa sangka, efek positif yang ia hadirkan secepat ini. Dua kemenangan atas Juventus lalu Inter di Piala Super Italia menghadirkan optimisme tinggi. Suasana tim kembali kondusif. “Saya sungguh senang untuk para pemain, karena itu tidak mudah. Suasananya bukan yang terbaik saat saya tiba, tak ada banyak waktu untuk mengerjakan detail sebelum dua laga ini dan kami menghadapi dua tim papan atas,” kata Conceicao kepada Sport Mediaset. “Para pemain sungguh ajaib, mereka menyerap semua yang kami diskusikan dan jelas ada hal-hal yang perlu kami tingkatkan, namun mereka sadar akan hal itu. Saya merasa dengan kerendahan hati, kami bisa menjalani bulan-bulan yang menyenangkan bersama di Liga Champions, Serie A, dan membawa Milan ke posisi yang pantas.” “Sekarang kami bahagia, kami merayakannya dan mulai besok kami akan mulai fokus melawan Cagliari (di Serie A),” jelas eks pemain Inter Milan itu. Menjamu Cagliari di San Siro akan menjadi debut Conceicao sebagai pelatih di Serie A. Duel itu akan digelar Minggu (12/1) pukul 02.45 WIB.

Sergio Conceicao Cuma Membutuhkan Dua Laga Buat Raih Trofi Pertama Di Milan Read More »

Virgil van Dijk Kecewa Berat Usai Liverpool Diimbang Manchester United

Berita Bola – Liverpool diimbangi Manchester United setelah sempat memimpin duluan. Gagal mendapat poin penuh bikin kapten The Reds Virgil van Dijk kecewa berat. Liverpool gagal meraih poin penuh saat menjamu MU di Anfield, Minggu (5/1/2025) malam WIB. Sempat tertinggal duluan karena gol Lisandro Martinez di menit ke-52, Liverpool berbalik unggul 2-1 lewat gol-gol Cody Gakpo dan penalti Mohamed Salah. Amad Diallo membuat skor 2-2 pada menit ke-80 dan bertahan hingga laga tuntas. Alhasil, Liverpool gagal menjauhkan diri dari kejaran Arsenal karena tetap unggul enam poin di puncak klasemen Liga Inggris. Dua gol MU sejatinya bisa dihindari Liverpool andaikan lini pertahanan lebih fokus menjaga pemain. Trent dalam hal ini jadi kambing hitam karena sapuan yang kurang akurat membuat bola diambil pemain MU, sehingga bola dioper dengan mudah ke Lisandro. Lagi-lagi Trent juga alpa dalam melihat pergerakan bek MU itu. Sementara, pada gol kedua, Trent juga gagal mengantisipasi umpan silang Alejandro Garnacho untuk Diallo. Pada gol kedua, Van Dijk terlihat kesal dan berteriak ke arah Trent. Bagi Van Dijk, hasil 2-2 patut disyukuri Liverpool karena mereka bisa saja kalah andaikan peluang Harry Maguire di pengujung laga jadi gol. Meski begitu, bek asal Belanda itu tetap kecewa melihat performa rekan-rekannya. “Hasilnya bisa lebih buruk jika kami mau jujur dengan penampilan sendiri. Mereka punya peluang emas di pengujung laga yang bisa membuat hasilnya lebih buruk untuk kami. Saya jelas kecewa sekali karena kehilangan poin di kandang, tapi diterima saja dan kami harus move on tentunya,” ujar Van Dijk kepada BBC Radio 5 Live. “Kami unggul 2-1 dan harusnya kami bisa menjaga itu, menguasai bola lebih lama ketimbang 3-4 umpan. Kami terlalu sering kehilangan bola dan terlalu terbuka dari biasanya. Kami tidak sempurna, kami masih belajar dan kami juga harus mengambil hikmah dari hasil ini.”

Virgil van Dijk Kecewa Berat Usai Liverpool Diimbang Manchester United Read More »

Chelsea Kembali Gagal Menang, Enzo Maresca Cuek Soal Klasemen

Berita Bola – Chelsea lagi-lagi gagal menang usai diimbangi Crystal Palace. Puasa kemenangan berlanjut, posisi Chelsea di empat besar klasemen Liga Inggris terancam. The Blues hanya pulang dengan satu angka dari lawatan ke markas Palace di pekan ke-20 Premier League. Bertanding di Selhurst Park, Sabtu (4/1/2025) malam WIB, tim tamu ditahan imbang 1-1. Chelsea unggul lebih dulu lewat gol Cole Palmer pada menit ke-14. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar delapan menit jelang laga usai setelah Jean Philippe Mateta membawa tuan rumah menyamakan kedudukan. Itu berarti Chelsea sudah tidak menang dalam empat pertandingan terakhirnya di Premier League. Pasukan Enzo Maresca itu mencatat dua hasil seri dan dua kali kalah. Chelsea kini mengumpulkan 36 poin di peringkat empat klasemen Liga Inggris. Mereka cuma unggul satu angka atas Newcastle United yang ada di urutan kelima dan dua poin atas Manchester City. Meski demikian, Maresca tidak ambil pusing. Ia lebih menyoroti kegagalan Chelsea memaksimalkan peluang untuk mencetak gol. “Bagi saya ini bukan soal klasemen, ini soal melihat bagaimana kami bisa melakukan perbaikan dan hari ini buat saya penampilannya bagus, baik saat menguasai bola maupun tidak,” ujar Maresca seperti dilansir situs resmi klub. “Tapi momen ini di musim ini akan terjadi ke tim mana pun di musim kapan pun, bahwa Anda melewati momen ketika sulit menang.” “Setiap pertandingan itu berbeda, kadang karena satu alasan, kadang karena alasan lainnya. Hari ini kalau boleh menyebut alasan kami tidak menang, saya kira ini soal harus lebih tajam ketika punya peluang untuk menghabisi lawan, karena mungkin saat skor 2-0 lawan sudah habis,” lanjutnya. “Kalau Anda terus-terusan terbuka di akhir, Anda akan kena transisi, sepak pojok, dan kemudian kebobolan,” kata Enzo Maresca.

Chelsea Kembali Gagal Menang, Enzo Maresca Cuek Soal Klasemen Read More »

Bantai West Ham 4-1, Pep Guardiola Sebut Man City Belum Kembali Ke Jalur Yang Benar

Berita Bola – Manchester City (Man City) sukses meraih kemenangan dengan skor 4-1 atas West Ham pada lanjutan Liga Inggris 2024/2025 hari Sabtu (04/01/2025) malam WIB. Man City pun meraih kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024. Lalu mencetak empat gol di Premier League untuk pertama kalinya sejak Agustus. Ditambah striker mereka Erling Haaland mencetak brace pertama di Premier League sejak September 2024. Apakah kemenangan 4-1 atas West Ham menandakan kembalinya Man City yang dulu? “Sama sekali tidak” tegas Manajer Man City Pep Guardiola. Kemenangan atas West Ham membuat sang juara bertahan berada di peringkat enam Liga Inggris, hanya berjarak tiga poin dari Nottingham Forest yang berada di peringkat tiga. Tidak bisa dimungkiri, dua kemenangan beruntun pada ajang Liga Inggris memberikan kelegaan setelah beberapa bulan terakhir yang cukup melelahkan untuk Man City. Namun, ketika ditanya Pep Guardiola ditanya apakah hasil tersebut merupakan pertanda bahwa timnya telah kembali ke performa yang biasa dilihat oleh banyak orang, pelatih asal Spanyol tersebut tidak memberikan jawaban yang tegas. Usai pertandingan melawan West Ham, Guardiola menyebut level permainan Man City belum kembali seperti beberapa musim terakhir. “Anda yang menilai hasilnya. Penampilan kami tidak bagus. Kami telah melihat selama bertahun-tahun level kami. Kami tidak berada di level kami,” kata Pep Guardiola. “Jangan salah paham dengan saya. Saya sangat senang. Saya akan tidur lebih nyenyak hingga Piala FA (pertandingan melawan Salford pada 11 Januari).” “Tentu saja ada banyak hal positif yang luar biasa. Tetapi jika Anda bertanya kepada saya apakah tim ini bermain seperti yang telah dimainkan beberapa tahun yang lalu, tidak, sama sekali tidak,” tambahnya.

Bantai West Ham 4-1, Pep Guardiola Sebut Man City Belum Kembali Ke Jalur Yang Benar Read More »

Legenda Juventus Geram Dengan Pernyataan Kontroversial Yang Diucapkan Thiago Motta

Berita Bola – Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, mengungkapkan kritik tajam terhadap pelatih Juventus, Thiago Motta, terkait pernyataan yang dianggapnya berisikan ‘pesan salah’ kepada tim sebelum semifinal Supercoppa Italiana melawan Milan. Juventus menelan kekalahan 1-2 dari Milan pada laga semifinal Supercoppa yang digelar di Al-Awwal Park, Riyadh, Sabtu dini hari WIB (4-1-2025). Bianconeri tampil dominan di babak pertama, tetapi penalti Christian Pulisic dan gol bunuh diri Federico Gatti di babak kedua memastikan langkah Rossoneri ke Final melawan Inter. Sebelum pertandingan, Thiago Motta menyatakan dalam konferensi pers bahwa dirinya “tidak terobsesi untuk menang”. Tak pelak, pernyataan sosok ‘tertinggi’ di tim kepelatihan Juventus itu menjadi kontroversial. Pernyataan ini menuai kritik, satu di antaranya dari Tacchinard. Legenda Juventus itu menyebut pesan Motta tersebut tidak sejalan dengan semangat dan mentalitas Juventus. “Saya merasa tim ini tidak memiliki obsesi untuk menang,” kata Tacchinardi kepada Sport Mediaset. “Pernyataan seperti itu membagi pandangan para fans dan mantan pemain yang telah mengenakan seragam ini selama 11 tahun. Saya dan rekan-rekan setim dulu terobsesi untuk menang, bahkan dalam sesi latihan. Jadi, mendengar Thiago Motta berkata seperti itu benar-benar membuat saya terkejut,” ucap Tacchinardi, satu di antara dari 50 pemain Juventus yang namanya tertulis di dalam Stadion Juventus. Tacchinardi merupakan satu di antara legenda Juventus yang menghabiskan 11 tahun bersama Bianconeri, mencatatkan 404 penampilan. Selama kariernya di Turin, ia berhasil memenangkan sejumlah trofi bergengsi, termasuk lima gelar Serie A dan satu Liga Champions. Sementara itu, Milan dan Inter akan saling berhadapan di Final Supercoppa yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa dini hari WIB (7-1-2025), sedangkan Juventus dan Atalanta kembali ke Italia.

Legenda Juventus Geram Dengan Pernyataan Kontroversial Yang Diucapkan Thiago Motta Read More »

Susul Pep Guardiola Kibarkan Bendera Putih, Bernardo Silva Tak Yakin Man City Bisa Mengejar Gelar

Berita Bola – Bernardo Silva yakin upaya Manchester City buat mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim ini sudah berakhir. Kini tim berjuluk The Citizens tersebut sudah tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Liverpool. “Kenyataannya adalah kita harus menerima situasi ini. Saya tidak melihat Liverpool, karena kita berada di posisi keenam. Kita tidak bisa lagi bergantung pada apa yang dilakukan tim lain, seperti Liverpool atau Arsenal,” kata Silva kepada Sky Sports. “Satu-satunya tujuan sekarang adalah fokus pada pertandingan berikutnya untuk mencoba meraih tiga poin. Meskipun bukan tidak mungkin, saat ini kita dapat mengatakan tanpa ragu bahwa Manchester City tersingkir dari perebutan gelar juara. Sudah terlambat untuk bangkit.” “Banyak yang mengatakan bahwa Anda tidak dapat memenangkan kejuaraan sebelum Januari, tetapi Anda pasti bisa kehilangannya. Dan musim ini, kenyataannya adalah bahwa kita praktis telah kehilangannya.” Manajer Man City, Pep Guardiola, mengungkapkan bahwa The Citizens tidak memiliki peluang untuk memenangkan gelar Premier League musim ini. Pernyataan ini muncul usai kemenangan 2-0 yang penuh ketegangan atas Leicester City (29-12-2024), yang sekaligus menjadi laga ke-500 Guardiola sebagai pelatih The Citizens. Meski kemenangan tersebut mengangkat Man City ke peringkat kelima klasemen, mereka masih terpaut 14 poin dari pemuncak klasemen, Liverpool. Berbicara kepada BBC’s Match of the Day, Guardiola mengatakan: “Kami jauh dari memenangkan Premier League. Kami menerima bahwa tidak ada lagi peluang untuk itu, tetapi kami masih memiliki hal lain untuk diperjuangkan: Piala FA, posisi empat besar dan kemenangan seperti ini membantu,” ujar manajer yang telah mempersembahkan sederet gelar bergengsi buat Man City ini.

Susul Pep Guardiola Kibarkan Bendera Putih, Bernardo Silva Tak Yakin Man City Bisa Mengejar Gelar Read More »