Arenabetting – Laga antara Inter Milan melawan Cremonese di Liga Italia ternodai insiden serius yang melibatkan kiper Emil Audero. Penjaga gawang Cremonese tersebut menjadi korban lemparan flare dari arah tribun pendukung Inter, hingga mengalami luka dan sempat membuat pertandingan terhenti. Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menilai kejadian seperti ini seharusnya bisa diberantas jika semua pihak benar-benar memiliki kemauan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Giovanni Zini itu berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Inter Milan. Dua gol kemenangan La Beneamata dicetak oleh Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Namun hasil pertandingan tersebut seolah menjadi nomor dua setelah insiden yang terjadi di awal babak kedua.
Flare Mengenai Audero
Saat laga baru berjalan di paruh kedua, suasana mendadak memanas. Dari tribun belakang gawang Cremonese, flare dilempar oleh oknum suporter Inter dan mengenai Emil Audero. Wasit langsung menghentikan pertandingan demi memastikan kondisi sang kiper.
Audero mengalami luka di bagian kaki akibat insiden tersebut. Setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, kiper Timnas Indonesia itu memutuskan untuk melanjutkan pertandingan. Keputusannya tersebut mendapat apresiasi dari banyak pihak karena dianggap menunjukkan sikap profesional dan sportivitas tinggi.
Reaksi dari Pihak Klub
Insiden ini langsung mendapat reaksi keras dari manajemen Inter. CEO klub, Giuseppe Marotta, secara terbuka mengecam aksi tidak bertanggung jawab yang dilakukan pendukung timnya. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak bisa ditoleransi dan mencoreng citra klub.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa pelaku pelempar flare mengalami cedera serius pada tangan. Meski begitu, fokus utama tetap tertuju pada keselamatan pemain dan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Pandangan Davide Nicola
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengaku sempat merasa takut ketika melihat kejadian tersebut. Ia mengira Audero mengalami cedera serius, namun merasa lega setelah sang kiper memilih untuk tetap bermain. Nicola menilai keputusan Audero adalah bentuk sportivitas yang patut dihargai.
Lebih jauh, Nicola menekankan bahwa insiden seperti pelemparan flare sebenarnya bisa diberantas. Menurutnya, hal ini tidak bergantung pada siapa pelakunya, melainkan pada kemauan bersama untuk memperbaiki budaya olahraga. Ia meminta pihak berwenang agar lebih serius dalam memberikan solusi dan edukasi kepada suporter.
Sepak Bola dan Tanggung Jawab Bersama
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil di lapangan. Keamanan pemain dan ofisial harus menjadi prioritas utama. Nicola menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menghakimi siapa pun, tetapi berharap ada langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama.
Bagi Emil Audero, insiden tersebut memang meninggalkan luka fisik. Namun sikap tenangnya di tengah situasi sulit justru memperlihatkan profesionalisme seorang pemain. Sementara bagi sepak bola Italia, kejadian ini menjadi pekerjaan rumah besar agar stadion kembali menjadi tempat yang aman dan layak untuk semua.


