Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Arsenal Kembali Jadi “Corner FC”, Senjata Mematikan Saat Hadapi Chelsea

Arenabetting – Arsenal kembali menunjukkan salah satu kekuatan utamanya saat menghadapi Chelsea di laga lanjutan Premier League. Tim asuhan Mikel Arteta itu sekali lagi membuktikan bahwa situasi sepak pojok bisa menjadi senjata mematikan mereka.

Dalam pertandingan yang digelar di Emirates Stadium tersebut, Arsenal berhasil meraih kemenangan 2-1. Menariknya, dua gol yang memastikan kemenangan The Gunners semuanya berasal dari skema sepak pojok.

Kemenangan ini juga membuat Arsenal kembali dijuluki “Corner FC” oleh para penggemar di media sosial. Julukan itu muncul karena konsistensi mereka dalam memaksimalkan peluang dari bola mati, khususnya dari situasi corner.

Dua Gol Arsenal Berawal dari Sepak Pojok

Pada pertandingan melawan Chelsea, Arsenal disebut mampu memanfaatkan peluang dari sepak pojok dengan sangat efektif. Gol pertama lahir melalui sundulan bek tengah William Saliba.

Bek asal Prancis tersebut berhasil memanfaatkan umpan dari situasi corner dan mengarahkan bola ke gawang lawan. Gol itu membuat Arsenal unggul lebih dulu dalam pertandingan.

Tidak lama kemudian, bek lainnya, Jurrien Timber, juga ikut mencatatkan namanya di papan skor. Gol kedua Arsenal kembali tercipta dari skema sepak pojok yang berhasil dimanfaatkan dengan baik.

Chelsea sempat menyamakan skor setelah terjadi gol bunuh diri dari pemain Arsenal, Piero Hincapié. Menariknya, insiden tersebut juga terjadi dari situasi corner sehingga semua gol dalam pertandingan itu berawal dari skema yang sama.

Arsenal Pecahkan Catatan Gol dari Corner

Dengan tambahan gol dari laga tersebut, Arsenal kini disebut telah mengoleksi 16 gol dari situasi sepak pojok di Premier League musim ini. Catatan ini menyamai rekor yang pernah dicatat oleh West Bromwich Albion pada musim 2016/2017.

Rekor serupa juga pernah dibuat oleh Oldham Athletic pada musim 1992/1993. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan Arsenal dalam memaksimalkan bola mati memang menjadi salah satu kekuatan utama tim.

Strategi tersebut menjadi bukti bahwa Arsenal tidak hanya mengandalkan permainan terbuka, tetapi juga mampu memanfaatkan setiap peluang dari situasi bola mati.

Sebelumnya Tajam dari Open Play

Menariknya, sebelum kembali mencetak gol dari situasi sepak pojok saat menghadapi Chelsea, Arsenal sebenarnya sedang dalam tren produktif dari permainan terbuka.

Tim asuhan Mikel Arteta disebut sempat mencetak 17 gol secara beruntun di berbagai kompetisi yang semuanya berasal dari open play. Rangkaian gol tersebut dimulai ketika mereka menghadapi Leeds United di Premier League.

Saat itu, dua gol terakhir dalam kemenangan Arsenal 4-0 tercipta dari permainan terbuka. Sejak momen tersebut, Arsenal terus tampil tajam dengan skema serangan yang variatif.

Arteta Soroti Pentingnya Produktivitas Gol

Mikel Arteta disebut menilai bahwa produktivitas gol merupakan faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan. Ia menyebut setiap tim biasanya menilai posisi mereka di klasemen berdasarkan jumlah gol yang berhasil dicetak.

Menurutnya, Arsenal sempat tidak mencetak gol dari bola mati dalam beberapa pekan terakhir. Namun, timnya tetap mampu mencetak banyak gol melalui permainan terbuka.

Ketika menghadapi Chelsea, peluang dari situasi corner akhirnya kembali dimanfaatkan dengan baik oleh para pemainnya. Meski begitu, Arteta juga menyadari bahwa timnya sempat kebobolan dari situasi yang sama.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sepak pojok memang bisa menjadi senjata berbahaya bagi tim yang mampu memanfaatkannya dengan efektif. Bagi Arsenal, strategi ini kembali terbukti menjadi kunci kemenangan.