Arenabetting – AC Milan terus menjaga napas dalam perburuan gelar Serie A musim ini. Rossoneri kembali meraih kemenangan meyakinkan setelah menumbangkan Bologna dengan skor telak 3-0. Hasil ini membuat Milan tetap menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen dan menjaga tekanan di papan atas.
Bertanding di Renato Dall’Ara, Milan justru tidak mendominasi penguasaan bola. Mereka hanya mencatatkan 46 persen ball possession. Namun efektivitas menjadi pembeda utama. Dari total 10 percobaan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Di sisi lain, Bologna yang lebih sering memegang bola hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari 13 usaha.
Efektivitas Jadi Senjata Utama Milan
Milan langsung tampil agresif sejak menit awal. Tekanan tinggi membuat pertahanan Bologna sulit bernapas. Peluang pertama datang dari Ruben Loftus-Cheek di menit kedelapan, meski masih bisa digagalkan kiper Bologna, Federico Ravaglia.
Ancaman kembali hadir di menit ke-17 lewat Malick Fofana. Sundulan pemain muda Milan itu hanya melenceng tipis dari gawang. Dominasi agresif tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-20. Loftus-Cheek sukses membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang yang tak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh lini belakang Bologna.
Gol tersebut membuat permainan Milan semakin percaya diri. Mereka lebih tenang mengatur ritme, sambil tetap berbahaya setiap kali melakukan serangan cepat.
Penalti Nkunku dan Gol Cepat Rabiot
Keunggulan Milan bertambah pada menit ke-39. Christopher Nkunku dijatuhkan di kotak penalti oleh Ravaglia. Penyerang asal Prancis itu kemudian maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan dingin. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Milan langsung kembali menghukum Bologna. Baru tiga menit berjalan, Adrien Rabiot mencetak gol ketiga. Kesalahan dalam lemparan ke dalam dimanfaatkan dengan baik oleh Rabiot yang sukses menjebol gawang dari jarak dekat.
Gol ini praktis mematikan perlawanan Bologna. Milan masih sempat menciptakan peluang tambahan, termasuk lewat Nkunku di menit ke-50, namun Ravaglia tampil cukup sigap mencegah kebobolan lebih banyak.
Milan Jaga Jarak dengan Inter
Setelah unggul tiga gol, Milan menurunkan tempo permainan. Mereka lebih fokus menjaga keseimbangan dan mengontrol pertandingan. Bologna mencoba mencari gol hiburan, tetapi peluang Nicklas Fullkrug di menit-menit akhir juga gagal berbuah hasil.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan AC Milan. Tambahan tiga poin ini membuat Rossoneri berada di posisi kedua klasemen Serie A dengan 50 poin dari 23 laga, tertinggal lima poin dari Inter Milan di puncak.
Sementara itu, Bologna harus puas turun ke peringkat ke-10 dengan 30 poin setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Bagi Milan, kemenangan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga pesan tegas bahwa mereka siap terus menekan Inter hingga akhir musim.


