Arenabetting – Louis van Gaal meyakini kontroversi pelanggaran finansial Manchester City turut memengaruhi nasibnya saat melatih Manchester United. Pelatih asal Belanda itu menilai kegagalan Setan Merah lolos ke Liga Champions pada 2016 menjadi salah satu faktor penting yang berujung pada pemecatannya.
Van Gaal menangani Manchester United selama dua musim, yakni pada 2014 hingga 2016. Pada musim terakhirnya, MU finis di posisi kelima Premier League dengan 66 poin, kalah selisih gol dari Manchester City yang menempati peringkat keempat dan merebut tiket terakhir ke Liga Champions.
Persoalan finansial City kemudian menjadi sorotan setelah Premier League mengumumkan dakwaan terhadap klub tersebut pada Februari 2023. Van Gaal menilai, jika persaingan saat itu berlangsung secara adil, perjalanan kariernya di Old Trafford mungkin berakhir dengan cerita berbeda.
Van Gaal Kaitkan Pemecatannya dengan Kegagalan MU
Van Gaal menilai kegagalan Manchester United menembus empat besar Premier League pada musim 2015/2016 menjadi titik penting dalam kariernya. Posisi kelima membuat MU kehilangan kesempatan tampil di Liga Champions, sebuah hasil yang berdampak besar terhadap masa depannya di klub.
Dalam pernyataan kepada The Athletic, Van Gaal mengungkapkan keyakinannya bahwa kegagalan tersebut mungkin menjadi salah satu penentu pemecatannya. Ia juga menilai keputusan itu membawa konsekuensi dan penderitaan tersendiri bagi dirinya.
Pelatih yang kini berusia 75 tahun tersebut menganggap situasi itu seharusnya bisa berbeda apabila kompetisi berjalan dengan adil. Menurut pandangannya, persoalan yang melibatkan Manchester City turut memengaruhi persaingan perebutan posisi empat besar.
Kontroversi Finansial Manchester City
Manchester City didakwa Premier League pada Februari 2023 atas 115 dugaan pelanggaran finansial dalam periode 2009 hingga 2018. Rentang waktu tersebut mencakup masa ketika Van Gaal menangani Manchester United dan berjuang membawa klub kembali bersaing di papan atas.
Persoalan yang dipermasalahkan antara lain berkaitan dengan pelaporan keuangan dan dugaan ketidakakuratan informasi mengenai pendapatan sponsor. Premier League juga menyoroti persoalan kerja sama City selama proses investigasi berlangsung.
Dalam bahan berita ini, panel independen pada September lalu dinyatakan telah menetapkan City bersalah dalam 114 kasus. Perkembangan tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai dampak persoalan finansial terhadap persaingan klub-klub Inggris.
Van Gaal Menilai Putusan Datang Terlambat
Van Gaal merasa perkembangan kasus tersebut tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi dalam kariernya. Ia menilai proses yang berlangsung terlalu lama membuat persoalan itu tidak lagi bisa memperbaiki dampak yang sudah dirasakannya ketika meninggalkan Manchester United.
Ia juga menegaskan bahwa sejarah tidak bisa diubah begitu saja. Bahkan, menurut Van Gaal, Federasi Sepak Bola Inggris pun tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan situasi masa lalu seperti yang seharusnya terjadi.
Mengenai bentuk hukuman yang pantas diberikan kepada Manchester City, Van Gaal menyerahkan keputusan tersebut kepada pihak yang berwenang. Baginya, penentuan sanksi harus melalui proses hukum dan diputuskan oleh hakim, bukan berdasarkan penilaian pribadi.
Manchester United Jadi Klub Terakhir Van Gaal
Manchester United menjadi klub terakhir yang ditangani Van Gaal. Ia meninggalkan Old Trafford pada akhir musim 2015/2016 setelah membawa tim finis di posisi kelima Premier League dengan raihan 66 poin.
Sebelum datang ke Inggris, Van Gaal memiliki pengalaman melatih sejumlah klub besar Eropa, termasuk Ajax Amsterdam, Barcelona, AZ Alkmaar, dan Bayern Munchen. Ia berhasil mempersembahkan gelar bersama klub-klub tersebut selama perjalanan kariernya.
Van Gaal juga pernah menangani tim nasional Belanda dalam tiga periode berbeda. Tugas terakhirnya bersama Oranje berlangsung pada Piala Dunia 2022, sebelum ia tidak lagi melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih tim nasional.
Pernyataannya mengenai Manchester City memperlihatkan bahwa Van Gaal masih memandang kegagalan lolos ke Liga Champions sebagai bagian penting dari akhir kariernya di MU. Namun, ia menyerahkan penilaian atas kasus finansial City dan konsekuensi hukumnya kepada pihak yang berwenang.


