Arenabetting – Xavi Hernandez mengawali tugasnya sebagai pelatih Timnas Belanda dengan hasil imbang 1-1 melawan Jerman di UEFA Nations League. Meski gagal meraih kemenangan, ia tetap puas melihat permainan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Duel yang berlangsung di Amsterdam, Jumat (25/9/2026) dini hari WIB, berjalan cukup sengit. Belanda lebih dulu tertinggal lewat gol Felix Nmecha sebelum Cody Gakpo mencetak gol penyelamat pada masa injury time babak kedua.
Hasil tersebut membuat Xavi tetap melihat sisi positif dari penampilan timnya. Pelatih asal Spanyol itu bahkan menilai Belanda mampu bermain lebih baik dibandingkan Jerman, terutama setelah melakukan perubahan pada babak kedua.
Belanda Bangkit Setelah Tertinggal
Jerman membuka keunggulan pada menit ke-32 melalui Felix Nmecha. Gol tersebut membuat Belanda harus meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan di hadapan pendukung sendiri.
Belanda sebenarnya sempat mencetak gol melalui Virgil van Dijk pada babak pertama. Namun, gol itu tidak disahkan karena wasit menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Jerman Marc-Andre ter Stegen.
Situasi tersebut tidak membuat Oranje kehilangan semangat. Mereka terus mencari celah hingga akhirnya usaha tersebut membuahkan hasil ketika Cody Gakpo mencetak gol melalui tembakan voli pada masa tambahan waktu.
Xavi menilai perjuangan para pemain menunjukkan karakter yang ia inginkan. Menurutnya, respons setelah tertinggal menjadi salah satu hal positif yang bisa dibawa menuju pertandingan berikutnya.
Xavi Puji Permainan Babak Kedua
Xavi melihat permainan Belanda pada babak pertama berjalan relatif seimbang. Kedua tim mampu menciptakan tekanan, tetapi belum ada perbedaan besar dalam penguasaan jalannya pertandingan.
Perubahan terlihat setelah jeda. Belanda tampil lebih agresif dan mampu memainkan gaya sepakbola yang diinginkan Xavi sejak awal masa kepelatihannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang masuk dari bangku cadangan. Beberapa di antaranya menjalani debut dan mampu menunjukkan keberanian untuk tampil dalam pertandingan besar.
Bagi Xavi, karakter, ambisi, dan keinginan para pemain menjadi alasan dirinya puas. Ia menilai permainan pada babak kedua sudah menggambarkan identitas yang ingin diterapkan di Timnas Belanda.
Masih Ada Banyak Hal yang Harus Dibenahi
Meski puas, Xavi tidak menutup mata terhadap sejumlah kelemahan Belanda. Ia masih melihat banyak aspek permainan yang harus diperbaiki sebelum tim menghadapi pertandingan selanjutnya.
Permainan bola liar menjadi salah satu perhatian. Belanda juga perlu lebih kuat ketika menghadapi duel dan meningkatkan kualitas bertahan agar tidak mudah memberikan ruang kepada lawan.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Xavi tidak ingin hasil imbang membuat timnya merasa sudah mencapai standar yang diharapkan. Ia tetap melihat pertandingan melawan Jerman sebagai bagian dari proses membangun tim.
Namun, secara keseluruhan Xavi merasa senang dengan apa yang diperlihatkan para pemain. Respons terhadap tekanan dan perubahan permainan setelah turun minum menjadi modal penting bagi Belanda.
Debut Xavi Dapat Sambutan Hangat
Pertandingan melawan Jerman menjadi laga perdana Xavi sebagai pelatih Timnas Belanda. Ia mengambil alih posisi tersebut setelah Ronald Koeman meninggalkan jabatannya usai Piala Dunia 2026.
Xavi mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan suporter di Johan Cruijff ArenA. Atmosfer stadion membuat pertandingan pertamanya bersama Belanda terasa semakin berkesan.
Ia merasa sangat bersyukur mendapat dukungan tersebut. Menurut Xavi, sambutan dari para pendukung jauh lebih besar dari yang ia bayangkan ketika pertama kali mengambil alih tim.
Kini, Xavi memiliki tugas untuk melanjutkan proses tersebut. Hasil imbang melawan Jerman menjadi langkah awal, sementara peningkatan permainan dan konsistensi akan menjadi tantangan berikutnya bagi Oranje.


