Arenabetting – Jose Mourinho kembali membuka cerita mengenai perselisihannya dengan Iker Casillas ketika pertama kali melatih Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu mengungkap sikap Casillas yang membuatnya tidak nyaman hingga hubungan keduanya semakin memburuk.
Mourinho menangani Madrid pada 2010 hingga 2013. Dalam dua musim pertamanya, ia berhasil membawa Los Blancos meraih gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, musim 2012/2013 berjalan buruk karena Madrid gagal memenangkan trofi mayor.
Pada musim tersebut, Madrid kalah dari Atletico Madrid di final Copa del Rey dan finis sebagai runner-up LaLiga dengan jarak 15 poin dari Barcelona. Di tengah situasi itu, Casillas juga kehilangan posisi sebagai penjaga gawang utama sehingga hubungan dengan Mourinho semakin panas.
Hubungan Mourinho dan Casillas Memburuk
Perselisihan Mourinho dan Casillas akhirnya ikut memengaruhi kondisi ruang ganti Madrid. Sejumlah pemain besar berada di sisi Casillas, termasuk Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo.
Casillas kemudian menceritakan bahwa hubungannya dengan Mourinho menjadi sangat dingin. Ia merasa hubungan tersebut sudah mencapai titik yang sulit untuk diperbaiki.
Sami Khedira yang saat itu menjadi bagian dari skuad Madrid juga menggambarkan situasi ruang ganti sebagai kondisi yang kacau. Menurutnya, keputusan Mourinho mencadangkan Casillas membuat hubungan sang pelatih dengan sejumlah pemain semakin buruk.
Kondisi tersebut kemudian meluas ke pemain Spanyol dan beberapa bintang lainnya. Hubungan Mourinho dengan Cristiano Ronaldo, Casillas, serta Ramos ikut mengalami ketegangan.
Mourinho Punya Pandangan Berbeda
Mourinho memiliki alasan sendiri mengenai perlakuannya terhadap Casillas. Ia merasa sang kapten Madrid dan beberapa pemain lain terlalu banyak mengajukan permintaan yang menurutnya tidak sesuai dengan standar profesional yang ingin diterapkan.
Dalam tiga pertemuan awal dengan Casillas, Mourinho mengingat beberapa permintaan yang disampaikan sang kapten. Salah satunya berkaitan dengan tambahan waktu libur untuk pemain yang memperkuat tim nasional.
Permintaan berikutnya berkaitan dengan jadwal latihan. Casillas meminta sesi latihan dimulai satu jam lebih lambat karena kondisi lalu lintas Madrid pada waktu yang ditentukan Mourinho.
Pada kesempatan berikutnya, Casillas juga menyampaikan keinginan pemain agar tidak perlu menginap di hotel dan cukup berkumpul pada hari pertandingan. Rangkaian permintaan tersebut membuat Mourinho menilai beberapa pemainnya terlalu manja.
Rivalitas dengan Barcelona Memperburuk Situasi
Perselisihan Mourinho dan Casillas juga berkaitan dengan rivalitas Madrid melawan Barcelona. Persaingan kedua klub memang sangat panas ketika Mourinho berada di Santiago Bernabeu.
Casillas memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemain Barcelona karena mereka merupakan rekan setimnya di Timnas Spanyol. Saat itu, Spanyol sedang berada dalam periode emas setelah meraih dua gelar Piala Eropa dan satu Piala Dunia.
Mourinho melihat kedekatan tersebut dari sudut pandang berbeda. Ia menganggap pemain Madrid harus menunjukkan sikap berbeda ketika menghadapi Barcelona dalam pertandingan klub.
Menurut Mourinho, rasa hormat kepada lawan tetap penting, tetapi rivalitas klub memiliki batas yang tidak boleh dilewati. Perbedaan pandangan inilah yang membuat hubungan keduanya semakin sulit.
Mourinho Kembali ke Real Madrid
Mourinho akhirnya meninggalkan Madrid pada 2013 dan posisinya kemudian diisi Carlo Ancelotti. Casillas masih bertahan hingga 2015 sebelum melanjutkan karier bersama Porto.
Kini, Mourinho kembali ke Madrid untuk periode keduanya. Ia datang setelah klub melewati dua musim tanpa trofi mayor dan diharapkan mampu mengembalikan mental juara.
Reuni Mourinho dengan Madrid juga membuat cerita lama bersama Casillas kembali menjadi perhatian. Meski sang kiper sudah lama meninggalkan klub, perselisihan mereka tetap menjadi salah satu bagian paling menarik dari periode pertama Mourinho di Santiago Bernabeu.


