Arenabetting – Presiden LaLiga Javier Tebas kembali melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Tebas menilai kepemimpinan Infantino tidak memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sepakbola dan justru berpotensi mengganggu fondasi kompetisi domestik.
Tebas memang sudah lama menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan FIFA di bawah Infantino. Salah satu persoalan yang paling sering ia soroti adalah rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.
Rencana tersebut akhirnya batal setelah mendapat penolakan dari berbagai konfederasi sepakbola dan memunculkan ancaman boikot. Situasi itu membuat tekanan terhadap Infantino semakin besar, termasuk tuntutan agar ia meninggalkan posisi Presiden FIFA.
Tebas Sudah Lama Kritik Infantino
Tebas menegaskan bahwa kritik terhadap Infantino bukan muncul karena persoalan terbaru. Ia mengaku sudah memperhatikan gaya kepemimpinan Presiden FIFA tersebut sejak lama.
Menurut Tebas, era kepemimpinan Infantino seharusnya sudah berakhir. Ia menilai persoalan yang terjadi sekarang hanya membuat lebih banyak pihak mulai melihat masalah yang sebelumnya sudah ia soroti.
Presiden LaLiga itu juga meminta perubahan besar di tubuh FIFA. Menurutnya, pergantian beberapa pejabat saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan tata kelola organisasi.
Tebas berharap perubahan tersebut dilakukan secara menyeluruh. Ia ingin FIFA memiliki arah baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan perkembangan sepakbola secara global.
Kebijakan Infantino Jadi Sorotan
Salah satu kebijakan yang paling keras ditentang Tebas adalah rencana menjual saham Piala Dunia. Ia menilai langkah tersebut berpotensi mengubah cara sepakbola dikelola dan membuka ruang terlalu besar bagi kepentingan komersial.
Wacana itu akhirnya tidak berjalan setelah mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak. Ancaman boikot dari konfederasi juga membuat rencana tersebut semakin sulit diteruskan.
Tebas melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari gaya kepemimpinan Infantino. Ia menilai sejumlah proyek yang didorong Presiden FIFA justru dapat mengganggu keberadaan liga-liga nasional.
Bagi Tebas, sepakbola tidak seharusnya hanya berpusat pada kelompok elite. Kompetisi domestik tetap menjadi bagian penting yang harus dilindungi dalam perkembangan olahraga tersebut.
LaLiga Khawatir Liga Nasional Terpinggirkan
Tebas menilai proyek-proyek FIFA di bawah Infantino berpotensi melemahkan posisi liga nasional. Menurutnya, kompetisi domestik merupakan fondasi utama yang membuat sepakbola tetap memiliki hubungan kuat dengan penggemar.
Ia juga menilai perkembangan sepakbola tidak bisa hanya diukur dari besarnya proyek internasional. Struktur kompetisi di setiap negara tetap harus mendapatkan perhatian dan perlindungan.
Pandangan tersebut membuat Tebas berulang kali berseberangan dengan FIFA. Ia ingin kebijakan global tetap mempertimbangkan kepentingan klub dan liga yang menjalankan kompetisi sepanjang musim.
Karena itu, Tebas menganggap perubahan di tubuh FIFA sangat diperlukan. Ia berharap pemimpin berikutnya mampu membawa pendekatan yang lebih seimbang antara kepentingan global dan kompetisi domestik.
Tebas Ingin Perombakan Total FIFA
Tebas tidak hanya meminta pergantian Infantino. Ia berharap perubahan kepemimpinan di FIFA diikuti perombakan yang benar-benar menyeluruh.
Menurutnya, mengganti satu pejabat dengan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah jika pola kerja dan sistem yang ada tetap sama. FIFA membutuhkan perubahan yang lebih mendasar dalam cara organisasi mengambil keputusan.
Infantino sendiri masih menjalankan tugas sebagai Presiden FIFA dan menghadapi berbagai sorotan. Kritik Tebas menjadi salah satu tekanan politik yang terus mengiringi masa kepemimpinannya.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana masa depan FIFA dan proses pergantian kepemimpinan akan berjalan. Tebas berharap perubahan tersebut dapat membawa sepakbola kembali berfokus pada kepentingan olahraga, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu.


