Arenabetting – Presiden Prancis Emmanuel Macron dikabarkan memberikan dukungan kepada UEFA dalam menghadapi Presiden FIFA Gianni Infantino. Dukungan tersebut muncul setelah polemik terkait rencana komersialisasi Piala Dunia yang sempat memicu perdebatan di dunia sepak bola internasional.
Laporan dari media Prancis menyebut Macron ikut mendukung penolakan terhadap wacana penjualan saham Piala Dunia. Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik dari banyak asosiasi dan konfederasi sepak bola di berbagai belahan dunia.
Situasi ini membuat dinamika politik di sepak bola internasional semakin menarik. Menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027, dukungan dari sejumlah negara besar mulai terlihat dan diperkirakan akan memengaruhi persaingan di level organisasi sepak bola dunia.
Macron Berada di Belakang UEFA
Menurut laporan yang beredar, Emmanuel Macron mendukung langkah UEFA dalam menolak rencana komersialisasi Piala Dunia. Presiden Prancis itu dinilai ingin menjaga prinsip solidaritas dan keseimbangan dalam sepak bola internasional.
Sumber yang dikutip media Prancis menyebut Macron memiliki pandangan yang sama seperti saat menentang proyek Liga Super Eropa beberapa tahun lalu. Ia dinilai tidak ingin kompetisi sepak bola kehilangan nilai sportivitas akibat kepentingan komersial.
Macron juga disebut berharap hubungan antar konfederasi tetap terjaga dengan baik. Ia ingin menghindari perpecahan yang berkepanjangan di antara organisasi sepak bola dunia.
Infantino Kehilangan Dukungan
Gianni Infantino sebelumnya mendapat sorotan setelah mengusulkan penjualan sebagian saham Piala Dunia. Gagasan tersebut memicu penolakan dari banyak anggota FIFA karena dianggap kurang transparan.
Sejumlah konfederasi besar seperti UEFA, AFC, CONMEBOL, dan CONCACAF menjadi pihak yang paling vokal menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut. Akibatnya, FIFA memutuskan untuk tidak melanjutkan wacana itu.
Meski proposal tersebut telah dibatalkan, tekanan terhadap Infantino belum mereda. Dukungan dari sejumlah asosiasi mulai berkurang sehingga posisinya sebagai Presiden FIFA kembali menjadi bahan perbincangan.
Di sisi lain, masih ada beberapa federasi yang tetap memberikan dukungan kepada Infantino menjelang agenda pemilihan berikutnya.
Politik Mulai Terlihat di Sepak Bola Dunia
Perkembangan terbaru memperlihatkan keterlibatan tokoh politik dalam dinamika sepak bola internasional semakin nyata. Dukungan Emmanuel Macron kepada UEFA menjadi salah satu contoh yang paling banyak dibahas.
Sementara itu, Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kedekatan tersebut juga menjadi perhatian di tengah meningkatnya tensi politik menjelang pemilihan Presiden FIFA.
Kondisi ini membuat persaingan di level organisasi sepak bola dunia tidak hanya dipengaruhi faktor olahraga, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak di luar lapangan.
Pemilihan Presiden FIFA Diprediksi Sengit
Pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 diperkirakan akan berlangsung ketat. Sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon kuat untuk memimpin organisasi sepak bola dunia.
Aleksander Ceferin disebut memperoleh dukungan dari Emmanuel Macron untuk maju sebagai kandidat Presiden FIFA. Presiden UEFA itu dinilai menjadi salah satu figur yang berpeluang menantang Gianni Infantino.
Di sisi lain, Infantino juga dikabarkan ingin kembali mencalonkan diri meski dukungan terhadapnya mulai berkurang. Persaingan menuju kursi Presiden FIFA pun diprediksi akan menjadi salah satu isu terbesar dalam dunia sepak bola hingga tahun depan.


