Arenabetting – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai timnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan baru yang ingin diterapkan. Para pemain Rossoneri masih mengalami kendala, terutama ketika menjalankan pressing tinggi di lapangan.
AC Milan mengawali era Amorim dengan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Celtic dalam laga uji coba pramusim di Celtic Park, Sabtu (25/7/2026). Milan sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan.
Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi Amorim dalam membangun karakter baru AC Milan. Pelatih asal Portugal itu ingin timnya tampil lebih agresif dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi kepada lawan.
Amorim Mulai Bangun Sistem Baru di Milan
Kedatangan Ruben Amorim membawa perubahan besar dalam gaya bermain AC Milan. Pelatih baru tersebut ingin timnya lebih aktif menekan lawan dan tidak hanya mengandalkan permainan bertahan.
Perubahan tersebut membuat para pemain Milan harus melakukan penyesuaian. Sebelumnya, mereka terbiasa dengan pendekatan berbeda saat masih berada di bawah arahan Maximiliano Allegri.
Perbedaan strategi menjadi salah satu tantangan utama bagi skuad Milan. Amorim ingin para pemain lebih berani mengambil inisiatif dan menjaga intensitas permainan sepanjang pertandingan.
Dalam laga melawan Celtic, masalah adaptasi terlihat ketika Milan mencoba melakukan pressing tinggi. Beberapa pemain masih belum bergerak secara kompak sehingga lawan bisa menemukan ruang.
AC Milan Perlu Tingkatkan Fisik Pemain
Amorim menyadari bahwa perubahan gaya bermain membutuhkan kondisi fisik yang lebih baik. Sistem pressing tinggi membutuhkan energi besar agar pemain tetap mampu menjaga tekanan selama 90 menit.
Pelatih asal Portugal itu menilai pemain Milan harus meningkatkan kemampuan fisik agar bisa menjalankan instruksi dengan maksimal. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu selama masa persiapan pramusim.
Selain pressing, Amorim juga ingin Milan lebih dominan dalam penguasaan bola. Menurutnya, tim harus mampu mengontrol pertandingan dengan lebih baik.
Meski masih memiliki kekurangan, Amorim tetap melihat perkembangan positif dari timnya. Milan mampu bangkit setelah tertinggal dua gol dan menunjukkan mental yang cukup baik.
Camarda Jadi Penyelamat Milan Lawan Celtic
Dalam pertandingan menghadapi Celtic, AC Milan mengalami awal yang sulit. Mereka tertinggal melalui gol Camilo Duran dan James Forest sebelum turun minum.
Namun, Milan menunjukkan perubahan setelah jeda pertandingan. Francesco Camarda tampil sebagai penyelamat dengan mencetak dua gol yang membuat skor kembali imbang.
Performa Camarda memberikan sinyal positif bagi Milan dalam menghadapi musim baru. Pemain muda tersebut mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Amorim.
Hasil imbang tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Rossoneri. Amorim mendapatkan gambaran mengenai hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum kompetisi resmi dimulai.
Amorim Minta Waktu untuk Kembangkan Milan
Ruben Amorim tidak ingin terburu-buru menilai performa tim setelah pertandingan pertama. Ia memahami bahwa perubahan besar membutuhkan proses agar pemain benar-benar memahami sistem baru.
AC Milan masih memiliki waktu untuk memperbaiki koordinasi permainan. Latihan intensif akan menjadi bagian penting agar pressing tinggi bisa berjalan lebih efektif.
Dengan dukungan pemain yang berkualitas, Amorim berharap Milan dapat berkembang sesuai rencana. Rossoneri ingin tampil lebih agresif dan memiliki identitas permainan yang jelas musim depan.


