Arenabetting – Timnas Italia ternyata lebih dulu mencoba mendekati Carlo Ancelotti sebelum membuka pembicaraan dengan Pep Guardiola. Langkah itu dilakukan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebagai bagian dari upaya mencari pelatih baru untuk membangkitkan kembali performa Gli Azzurri.
Hingga saat ini, kursi pelatih Timnas Italia masih belum terisi setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri. Federasi pun terus mencari sosok yang dianggap mampu membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi.
Paolo Maldini yang kini menjabat sebagai direktur teknik FIGC menilai keputusan mendekati Ancelotti dan Guardiola merupakan langkah yang wajar. Menurutnya, Italia memang ingin memulai pencarian dengan pelatih terbaik yang ada saat ini.
Ancelotti Jadi Target Pertama
Maldini mengungkapkan bahwa Carlo Ancelotti merupakan sosok pertama yang dihubungi FIGC. Setelah itu, federasi baru melanjutkan komunikasi dengan Pep Guardiola.
Keputusan tersebut diambil karena Ancelotti memiliki pengalaman luar biasa di dunia sepak bola. Rekam jejaknya menangani berbagai klub besar membuat namanya masuk dalam daftar prioritas.
FIGC berharap pelatih berpengalaman itu bisa menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Italia. Namun, harapan tersebut akhirnya tidak terwujud.
Ancelotti Pilih Bertahan Bersama Brasil
Ancelotti memutuskan tidak menerima tawaran dari Italia. Ia memilih tetap menghormati kontraknya bersama Timnas Brasil yang masih berlaku.
Keputusan itu membuat FIGC harus mencari kandidat lain. Salah satu nama yang kemudian masuk dalam daftar adalah Pep Guardiola.
Meski peluang melatih negara asalnya terbuka, Ancelotti memilih fokus menjalankan tugas bersama Brasil. Langkah tersebut membuat Italia kembali melanjutkan proses pencarian pelatih.
Situasi itu menjadi tantangan baru bagi federasi yang ingin segera mendapatkan sosok terbaik untuk membangun kembali tim nasional.
Guardiola Juga Menolak Tawaran
Setelah gagal mendapatkan Ancelotti, FIGC kemudian menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu menjadi salah satu kandidat utama karena prestasinya di level klub.
Namun, Guardiola juga memilih menolak tawaran tersebut. Ia merasa belum siap kembali menangani sebuah tim setelah mengakhiri masa kepelatihannya bersama Manchester City.
Penolakan Guardiola membuat Italia kembali kehilangan peluang mendapatkan pelatih kelas dunia. Meski begitu, federasi tetap menghormati keputusan yang diambilnya.
Maldini menilai tidak ada yang salah dengan upaya tersebut. Menurutnya, setiap federasi tentu ingin memulai pencarian dengan pelatih terbaik yang tersedia.
Italia Terus Cari Pelatih Baru
Hingga kini, Italia masih melanjutkan proses mencari pelatih baru. Federasi ingin memastikan sosok yang dipilih benar-benar mampu membawa perubahan bagi Gli Azzurri.
Tugas yang menanti pelatih berikutnya tentu tidak mudah. Selain membangun kembali kepercayaan diri tim, Italia juga harus segera bangkit setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026.
Meski belum menemukan pelatih baru, FIGC tetap optimistis proses pencarian akan segera membuahkan hasil. Harapannya, Italia bisa kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia pada turnamen internasional mendatang.


