Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Guardiola Minta Gaji Fantastis, Peluang Latih Timnas Italia Makin Menipis

Arenabetting – Harapan Timnas Italia untuk mendapatkan Pep Guardiola sebagai pelatih baru tampaknya mulai menemui jalan terjal. Selain dikabarkan ingin beristirahat setelah menjalani satu dekade bersama Manchester City, pelatih asal Spanyol itu juga disebut mengajukan permintaan gaji yang sangat tinggi.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) memang sedang mencari sosok yang tepat untuk memimpin Gli Azzurri dalam proyek menuju Piala Dunia 2030. Guardiola menjadi salah satu nama utama berkat rekam jejak gemilangnya di level klub.

Meski pembicaraan sudah dilakukan, perbedaan nilai kontrak yang cukup jauh membuat peluang tercapainya kesepakatan dinilai semakin kecil. Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari kedua belah pihak.

Permintaan Gaji Guardiola Jadi Kendala Utama

Laporan dari media Italia menyebut Guardiola meminta bayaran sekitar 20 juta euro per musim jika dipercaya menangani Timnas Italia. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 409 miliar setiap tahun.

Di sisi lain, FIGC dikabarkan hanya mampu menawarkan kontrak senilai 10 juta euro per musim. Perbedaan yang mencapai dua kali lipat menjadi hambatan terbesar dalam proses negosiasi.

Meski Presiden FIGC Giovanni Malagò sebelumnya menegaskan pihaknya siap melakukan pengecualian untuk pelatih sekaliber Guardiola, batas anggaran federasi tetap menjadi pertimbangan penting dalam pembahasan kontrak.

FIGC Sudah Bertemu Langsung dengan Guardiola

Keseriusan Italia terlihat dari langkah Direktur Teknik FIGC Paolo Maldini bersama penasihat teknis Leonardo yang dikabarkan terbang ke Barcelona untuk bertemu langsung dengan Guardiola.

Dalam pertemuan tersebut, pihak federasi mempresentasikan proyek jangka panjang Timnas Italia. Mereka berharap Guardiola tertarik memimpin regenerasi skuad sekaligus mengembalikan kejayaan Gli Azzurri di pentas internasional.

Meski diskusi berlangsung positif, Guardiola belum memberikan jawaban akhir. Semua keputusan masih bergantung pada pertimbangan pribadi pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Selain membahas proyek tim nasional, pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi FIGC untuk meyakinkan Guardiola bahwa Italia memiliki ambisi besar membangun kembali kekuatan sepak bolanya.

Keinginan Beristirahat Jadi Faktor Lain

Bukan hanya persoalan finansial, keinginan Guardiola untuk mengambil jeda dari dunia kepelatihan juga menjadi kendala tersendiri. Setelah menghabiskan 10 musim bersama Manchester City, ia disebut ingin menikmati waktu bersama keluarga.

Selama melatih City, Guardiola sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk Premier League, Liga Champions, Piala FA, hingga Piala Dunia Antarklub. Periode panjang tersebut diyakini membuatnya membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Situasi itu membuat peluang Italia semakin sulit, meski proyek yang ditawarkan dinilai menarik bagi banyak pelatih papan atas.

Bahkan hingga kini belum ada kepastian kapan Guardiola akan kembali aktif melatih apabila benar-benar memutuskan mengambil masa jeda dari dunia sepak bola.

Italia Siapkan Mancini dan Pirlo sebagai Alternatif

Sambil menunggu keputusan Guardiola, FIGC mulai menyusun rencana cadangan. Beberapa nama telah masuk dalam daftar kandidat apabila negosiasi dengan mantan pelatih Barcelona itu gagal mencapai kesepakatan.

Roberto Mancini menjadi salah satu kandidat terkuat karena sudah mengenal kultur Timnas Italia dan pernah mempersembahkan gelar Piala Eropa. Selain itu, Andrea Pirlo juga disebut masuk radar berkat pengalamannya sebagai pelatih dan statusnya sebagai legenda sepak bola Italia.

Dalam rapat Lega Serie A bersama klub-klub peserta liga, Presiden FIGC Giovanni Malagò bersama Paolo Maldini dan Leonardo dijadwalkan memaparkan proyek baru Timnas Italia. Meski begitu, pengumuman pelatih anyar Gli Azzurri diperkirakan belum akan dilakukan dalam waktu dekat karena proses negosiasi masih terus berlangsung.