Arenabetting – Lionel Messi sempat berada di titik terendah saat Argentina menghadapi Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Penalti yang ia dapat pada menit ke-19 gagal berbuah gol setelah mampu dibaca kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Kegagalan tersebut datang di saat yang sulit karena Argentina sudah tertinggal lebih dulu lewat gol Yasser Ibrahim. Situasi membuat tekanan kepada sang juara bertahan semakin besar.
Keadaan menjadi semakin rumit ketika Mesir menggandakan keunggulan pada babak kedua. Namun di tengah tekanan besar itu, Messi justru menunjukkan alasan mengapa dirinya masih menjadi sosok penting bagi Albiceleste.
Penalti Gagal Tak Bikin Messi Hilang
Kesempatan emas untuk menyamakan skor sebenarnya sudah berada di depan mata. Namun eksekusi Messi ke sisi kanan berhasil ditebak oleh Shobeir.
Banyak pemain biasanya kehilangan kepercayaan diri setelah gagal penalti di laga sebesar Piala Dunia. Messi justru memperlihatkan reaksi yang berbeda.
Kapten Argentina itu tetap aktif mencari ruang dan terus meminta bola dari rekan-rekannya. Tidak ada tanda-tanda rasa takut atau keraguan dalam permainannya.
Mesir Sempat Membuat Argentina Panik
Mesir berhasil memanfaatkan situasi dengan sangat baik. Gol kedua yang dicetak Mostafa Ziko membuat Argentina berada di ambang eliminasi.
The Pharaoh bahkan sempat mencetak gol lebih awal beberapa menit sebelumnya. Beruntung bagi Argentina, gol tersebut dianulir sehingga harapan mereka masih bertahan.
Meski tertinggal dua gol, para pemain Argentina tetap menjaga ketenangan. Mereka memilih fokus mencari solusi daripada larut dalam kepanikan.
Sikap tenang tersebut perlahan mulai mengubah arah pertandingan pada menit-menit akhir babak kedua.
Messi Memimpin Kebangkitan Argentina
Messi mulai lebih sering turun menjemput bola dan mengatur ritme permainan timnya. Pengaruhnya di lapangan semakin terasa seiring berjalannya waktu.
Umpan lambungnya berhasil dimanfaatkan Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Empat menit kemudian, Messi akhirnya mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Gonzalo Montiel di dalam kotak penalti.
Momentum sepenuhnya berpindah ke pihak Argentina. Semangat juang mereka semakin meningkat setelah berhasil menyamakan kedudukan.
Scaloni Sampai Merinding
Ketika pertandingan memasuki masa injury time, Argentina berhasil membalikkan keadaan melalui sundulan Enzo Fernandez hasil umpan Lautaro Martinez.
Meski kemenangan tersebut lahir dari kerja sama tim, sorotan utama tetap mengarah kepada Messi yang menolak menyerah setelah gagal penalti.
Lionel Scaloni mengaku merinding melihat reaksi pemain berusia 39 tahun tersebut. Menurut pelatih Argentina itu, Messi terus meminta bola lagi dan lagi ketika timnya berada dalam situasi sulit.
Bagi Scaloni, momen seperti inilah yang membuat Messi berbeda dari pemain lain. Ketika tekanan datang paling besar, La Pulga justru memilih untuk terus maju dan menjadi pemimpin bagi timnya.


