Arenabetting – Granit Xhaka menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian saat Swiss meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Bosnia pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026. Selain mencetak gol, gelandang berpengalaman itu juga menghadirkan selebrasi yang langsung ramai dibahas para penggemar sepak bola.
Kemenangan tersebut membuat Swiss mengoleksi empat poin dan terus menempel ketat Kanada di puncak klasemen sementara Grup B. Hasil itu juga menjaga peluang Rossocrociati untuk lolos ke babak 32 besar dengan posisi yang semakin menguntungkan.
Xhaka ikut menyumbang satu gol melalui eksekusi penalti pada masa injury time. Setelah bola bersarang di gawang Bosnia, pemain berusia 33 tahun itu melakukan selebrasi unik dengan gestur tangan yang seolah menyindir orang-orang yang selama ini meragukan kemampuannya.
Selebrasi Penuh Makna
Selebrasi Xhaka langsung menjadi sorotan karena berbeda dari biasanya. Dengan ekspresi wajah yang penuh keyakinan, ia menggerakkan tangannya seakan menggambarkan orang yang terlalu banyak berbicara.
Banyak penggemar menilai gestur tersebut merupakan balasan terhadap berbagai kritik yang terus mengarah kepadanya dalam beberapa waktu terakhir. Penampilannya di lapangan menjadi jawaban yang dinilai paling tepat atas berbagai komentar negatif tersebut.
Gelandang Swiss itu mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui semua kritik yang beredar. Namun, ia memilih membalas semuanya lewat performa di atas lapangan daripada terlibat dalam perdebatan di luar pertandingan.
Kritik Tak Mengganggu Fokus
Dalam beberapa bulan terakhir, Xhaka memang sering menerima komentar yang meragukan kemampuannya. Sebagian pihak menilai usianya yang sudah menginjak 33 tahun membuat perannya di tim nasional mulai berkurang.
Ada pula anggapan bahwa Swiss seharusnya mulai memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain muda. Meski begitu, Xhaka memilih tetap fokus bekerja keras dan membuktikan kualitasnya setiap kali mendapat kesempatan bermain.
Ia menegaskan bahwa setiap orang berhak memiliki pendapat masing-masing. Baginya, tugas utama sebagai pemain adalah menunjukkan kemampuan melalui penampilan di lapangan, bukan menjawab kritik dengan kata-kata.
Gol yang dicetak ke gawang Bosnia menjadi bukti bahwa Xhaka masih memiliki peran penting bagi Rossocrociati, terutama dalam pertandingan besar seperti Piala Dunia.
Rekor dan Peluang Swiss
Selain membantu tim meraih kemenangan penting, Xhaka juga terus menambah catatan bersejarah bersama tim nasional. Hingga saat ini, ia masih menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Swiss dengan koleksi 148 pertandingan.
Pengalaman panjang tersebut membuat kehadirannya tetap menjadi salah satu kekuatan utama di ruang ganti. Ia juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan permainan dan membimbing para pemain yang lebih muda.
Dengan tambahan tiga poin atas Bosnia, Rossocrociati kini berada dalam posisi yang sangat baik untuk melangkah ke babak berikutnya. Jika mampu mempertahankan performa positif pada laga terakhir fase grup, peluang Swiss untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 akan semakin terbuka lebar.


