Arenabetting – Final Pegadaian Championship 2025/2026 benar-benar berjalan panas dan penuh drama. Garudayaksa FC akhirnya keluar sebagai juara setelah menumbangkan PSS Sleman lewat adu penalti dengan skor 4-3.
Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo itu berjalan sengit sejak menit awal. Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, duel akhirnya harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Atmosfer stadion juga terasa luar biasa. Suporter kedua tim terus memberi tekanan dan membuat laga final terasa seperti pertarungan hidup mati sampai detik terakhir.
Garudayaksa Tampil Ganas di Babak Pertama
Garudayaksa FC langsung menunjukkan permainan efektif sejak awal pertandingan. Mereka sukses membuka keunggulan pada menit ke-22 lewat aksi cepat Alfin Kelilauw.
Berawal dari umpan panjang ke area kotak penalti, Alfin berhasil memanfaatkan keraguan kiper PSS, Ega Rizky. Dengan cepat, ia menyundul bola lebih dulu sebelum menceploskannya ke gawang kosong.
Tidak lama kemudian, Spirit of Garuda kembali menambah gol lewat penalti Everton Nascimento setelah Christian Frydek dijatuhkan Fachruddin Aryanto di kotak terlarang.
Everton dengan tenang mengecoh Ega Rizky lewat eksekusi chip yang membuat Garudayaksa menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Elang Jawa Bangkit Setelah Turun Minum
Masuk babak kedua, Garudayaksa FC mulai mendapat tekanan besar dari tuan rumah. PSS tampil jauh lebih agresif demi mengejar ketertinggalan.
Usaha Elang Jawa akhirnya membuahkan hasil di menit ke-61. Gustavo Tocantins sukses memperkecil skor setelah memanfaatkan umpan tarik Saiful Djoge.
PSS sebenarnya sempat mencetak gol kedua lewat Tocantins lagi. Namun gol tersebut dianulir karena striker asal Brasil itu sudah lebih dulu berada dalam posisi offside.
Meski begitu, tekanan tanpa henti dari PSS akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir. Tocantins sukses menyambar bola liar di depan gawang dan membuat skor berubah jadi 2-2.
Adu Penalti Jadi Penentuan
Setelah tidak ada tambahan gol di babak perpanjangan waktu, pertandingan harus masuk ke drama adu penalti yang penuh ketegangan.
Garudayaksa sebenarnya sempat berada dalam tekanan setelah Everton gagal sebagai penendang pertama. Bola eksekusinya melambung jauh di atas mistar.
Namun situasi berubah saat penendang kedua PSS, Kevin Gomes, gagal mencetak gol usai sepakannya ditepis Yoewanto Beny.
Momentum akhirnya benar-benar berpihak ke Garudayaksa ketika Gustavo Tocantins gagal menuntaskan penalti terakhir PSS. Tembakannya berhasil dibaca Beny dengan sempurna.
Garudayaksa Tutup Musim dengan Gelar
Keberhasilan ini membuat Garudayaksa FC resmi menjadi kampiun Pegadaian Championship 2025/2026 setelah perjalanan panjang sepanjang musim.
Spirit of Garuda tampil cukup konsisten sejak fase grup sampai babak final. Mental mereka juga terlihat kuat saat mampu bertahan di tengah tekanan besar suporter tuan rumah.
Di sisi lain, PSS Sleman sebenarnya tampil luar biasa terutama di babak kedua. Namun keberuntungan di adu penalti akhirnya belum berpihak kepada Elang Jawa.
Meski kalah, laga final ini tetap jadi salah satu pertandingan paling seru dan dramatis di sepak bola Indonesia musim ini.


