Arenabetting – Kylian Mbappe pernah berada di titik paling rendah dalam karier internasionalnya. Momen itu terjadi saat Prancis tersingkir dari Piala Eropa 2020, sebuah kejadian yang meninggalkan luka cukup dalam.
Bukan cuma soal kekalahan, tapi juga tekanan besar yang datang setelahnya. Mbappe harus menghadapi gelombang kritik hingga hinaan yang menyasar dirinya secara personal.
Situasi itu bahkan membuatnya sempat berpikir untuk meninggalkan timnas Prancis. Sebuah keputusan besar yang nyaris terjadi di usia yang masih muda.
Momen Penalti yang Mengubah Segalanya
Semua bermula dari laga dramatis melawan Swiss di babak 16 besar. Prancis yang tampil sebagai favorit justru harus angkat koper setelah kalah lewat adu penalti.
Pertandingan berakhir 3-3 hingga perpanjangan waktu sebelum akhirnya ditentukan lewat tos-tosan. Mbappe jadi penendang terakhir yang gagal mengeksekusi penalti.
Kegagalan itu langsung jadi sorotan besar. Banyak pihak menjadikannya sebagai kambing hitam atas tersingkirnya Prancis.
Dari situ, tekanan mulai datang tanpa henti ke arah sang pemain.
Hinaan yang Terlalu Keterlaluan
Mbappe mengaku menerima hinaan yang sangat menyakitkan setelah kejadian tersebut. Bahkan ia sempat dipanggil dengan sebutan yang sangat tidak pantas.
Ucapan-ucapan itu membuatnya terpukul secara mental. Ia menggambarkan dirinya seperti kehilangan semangat hidup di hari-hari setelah kejadian itu.
Perubahan drastis dari pahlawan menjadi sasaran kritik membuatnya sulit menerima kenyataan.
Situasi ini menunjukkan betapa kerasnya tekanan yang bisa dialami seorang pemain di level tertinggi.
Sempat Ingin Tinggalkan Timnas
Di tengah kondisi mental yang terpuruk, Mbappe sempat mengambil keputusan untuk berhenti dari timnas Prancis. Ia merasa tidak lagi dihargai oleh sebagian fans.
Ia bahkan sempat menyampaikan niat tersebut langsung kepada Presiden Federasi Sepakbola Prancis saat itu.
Mbappe merasa sulit bermain untuk publik yang justru memberikan hinaan saat dirinya gagal.
Perasaan itu membuatnya benar-benar mempertimbangkan untuk mundur dari level internasional.
Bangkit dan Kembali Jadi Andalan
Meski sempat berada di titik terendah, Mbappe akhirnya memilih untuk bertahan. Ia tidak jadi meninggalkan timnas dan perlahan bangkit dari keterpurukan.
Perjalanan itu berbuah manis saat ia kembali membawa Prancis melaju hingga final Piala Dunia 2022.
Meski gagal juara, penampilannya membuktikan bahwa ia masih jadi salah satu pemain terbaik dunia.
Kisah ini jadi bukti bahwa bahkan pemain besar pun pernah jatuh, tapi yang membedakan adalah bagaimana mereka bangkit kembali.


