Arenabetting – Dominic Calvert-Lewin dikabarkan mulai kembali menunjukkan ambisi besarnya untuk membela Timnas Inggris. Penyerang Leeds United itu disebut berharap bisa masuk dalam skuad menuju Piala Dunia 2026, meski ia sadar persaingan di lini depan tidak akan mudah.
Pemain berusia 28 tahun tersebut diketahui tidak mempermasalahkan jika harus mengisi peran sebagai pelapis. Baginya, yang terpenting adalah bisa kembali mengenakan seragam The Three Lions setelah cukup lama absen dari panggung internasional.
Kesempatan itu mulai terbuka seiring performanya yang meningkat bersama Leeds musim ini. Ia pun disebut masuk dalam radar pelatih Thomas Tuchel yang akan segera mengumumkan skuad terbaru Inggris untuk laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang.
Performa Konsisten Jadi Modal Utama
Penampilan Calvert-Lewin musim ini disebut cukup solid dan konsisten. Hingga pekan ke-30 Premier League, ia dilaporkan sudah mencetak 10 gol, angka yang tergolong impresif untuk striker lokal.
Catatan tersebut bahkan sejajar dengan Danny Welbeck dari Brighton, yang juga menjadi salah satu penyerang Inggris paling produktif sejauh ini. Menariknya, tidak ada striker lokal lain yang mampu melampaui torehan gol mereka.
Kondisi ini membuat peluang Calvert-Lewin untuk kembali dipanggil tim nasional semakin besar. Ia dinilai mampu memberikan opsi tambahan di lini depan Inggris yang selama ini sangat bergantung pada satu nama.
Dengan performa yang terus stabil, ia dianggap layak untuk kembali mendapat kepercayaan di level internasional.
Sadar Posisi, Hormati Sosok Harry Kane
Meski sedang berada dalam performa bagus, Calvert-Lewin disebut tetap realistis soal posisinya di timnas. Ia memahami bahwa posisi striker utama masih menjadi milik Harry Kane.
Dalam sebuah perbincangan, ia mengakui bahwa Kane dianggap sebagai salah satu penyerang tengah terbaik dunia saat ini. Produktivitas tinggi dan status sebagai kapten tim membuat posisinya sulit digeser.
Ia juga mengingat pengalaman saat menjadi pelapis Kane di Euro 2021. Dari situ, ia merasa sudah memahami betul bagaimana peran tersebut berjalan di dalam tim.
Menurutnya, bersaing dengan pemain sekelas Kane bukan hanya soal kemampuan, tapi juga soal memahami peran dan tanggung jawab.
Mental Lebih Matang, Siap Ambil Peran Apa Pun
Pengalaman masa lalu disebut membuat Calvert-Lewin berkembang secara mental. Ia pernah merasakan momen sulit ketika jarang mendapat kesempatan bermain di turnamen besar.
Namun kini, ia melihat situasi tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Ia menilai setiap pemain harus siap kapan pun dibutuhkan, tanpa memandang status sebagai starter atau cadangan.
Ia juga menyadari bahwa peran pelapis tetap penting dalam sebuah tim besar. Ketika kesempatan datang, pemain harus siap memberikan dampak maksimal.
Dengan pengalaman yang lebih matang, ia merasa lebih siap menjalani peran apa pun demi membantu tim.
Fokus Tampil Maksimal, Tak Bergantung pada Pelatih
Calvert-Lewin juga dikabarkan tidak terlalu memikirkan komunikasi langsung dengan pelatih Thomas Tuchel. Ia memilih fokus pada performa di lapangan sebagai bentuk pembuktian.
Menurutnya, jika pelatih merasa perlu berbicara, hal itu berarti performanya sudah cukup menarik perhatian. Ia pun merasa tidak perlu mencari validasi secara langsung.
Pendekatan ini menunjukkan sikap profesional yang ia miliki saat ini. Ia lebih memilih bekerja keras daripada berharap secara berlebihan.
Dengan target besar menuju Piala Dunia 2026, Calvert-Lewin tampaknya siap berjuang dari posisi mana pun, termasuk sebagai pelapis, demi kembali menjadi bagian dari Timnas Inggris.


