Arenabetting – Igor Tudor belum mampu memberikan dampak positif sejak dipercaya menangani Tottenham Hotspur. Kehadirannya yang diharapkan bisa membawa perubahan justru berujung pada hasil yang mengecewakan dalam beberapa pertandingan awal.
Pelatih asal Kroasia itu mulai menjabat pada pertengahan Februari 2026 setelah menggantikan Thomas Frank. Namun, perjalanan awalnya bersama Spurs disebut jauh dari kata ideal karena tim terus mengalami kekalahan.
Dalam empat laga yang sudah dijalani, Tottenham bahkan belum meraih satu pun kemenangan. Kondisi ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan apakah Tudor memang sosok yang tepat untuk membesut tim asal London Utara tersebut.
Hasil Buruk yang Sulit Ditutupi
Performa Tottenham di bawah Tudor dinilai cukup mengkhawatirkan. Tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga dari segi permainan yang terlihat belum stabil dan mudah kehilangan kontrol.
Dalam empat pertandingan tersebut, Spurs tercatat sudah kebobolan hingga 14 gol dan hanya mampu mencetak lima gol. Statistik ini menunjukkan adanya masalah besar, terutama di lini pertahanan.
Kekalahan telak dari Atletico Madrid dengan skor 2-5 di Liga Champions menjadi sorotan utama. Hasil tersebut semakin mempertegas bahwa tim masih belum menemukan keseimbangan di bawah arahan Tudor.
Blunder yang Jadi Masalah Utama
Dalam laga melawan Atletico, kesalahan individu disebut menjadi salah satu penyebab utama kekalahan Spurs. Beberapa blunder fatal membuat lawan dengan mudah mencetak gol.
Kiper Antonin Kinsky menjadi sorotan setelah melakukan dua kesalahan besar dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuatnya harus ditarik keluar lebih awal, tepatnya pada menit ke-17.
Kesalahan-kesalahan tersebut dinilai tidak hanya soal individu, tetapi juga mencerminkan kurangnya koordinasi tim. Hal ini menunjukkan bahwa sistem permainan yang diterapkan belum berjalan dengan baik.
Kritik Keras dari Legenda Klub
Situasi ini mendapat perhatian serius dari mantan pemain Tottenham, Paul Robinson. Ia disebut memberikan kritik tajam terhadap kinerja Tudor yang dianggap belum memenuhi ekspektasi.
Menurut pandangannya, Tudor dinilai bukan sosok yang cocok untuk menangani Spurs. Ia menilai bahwa seorang pelatih seharusnya mampu membangun hubungan baik dengan pemain, bukan justru membuat suasana menjadi tegang.
Ia juga menekankan bahwa tugas utama pelatih adalah memaksimalkan potensi yang dimiliki tim. Dalam hal ini, Tudor dinilai belum berhasil menunjukkan kemampuan tersebut.
Masa Depan yang Mulai Dipertanyakan
Dengan hasil buruk yang terus berlanjut, masa depan Tudor di Tottenham mulai menjadi bahan perbincangan. Tekanan dari publik dan media semakin besar seiring performa tim yang belum membaik.
Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin manajemen klub akan mengambil keputusan cepat. Tottenham tentu tidak ingin terlalu lama berada dalam kondisi negatif, terutama di kompetisi penting seperti Liga Champions.
Tudor kini dituntut untuk segera menemukan solusi. Tanpa perubahan signifikan, posisinya sebagai pelatih bisa saja berada dalam ancaman serius dalam waktu dekat.


