Arenabetting – Karier Ruben Amorim bersama Manchester United ternyata tidak berlangsung lama. Perjalanan pelatih asal Portugal itu di Old Trafford harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Amorim ditunjuk sebagai pelatih MU pada November 2024. Namun setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan, manajemen klub akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama pada Januari lalu.
Selama sekitar 14 bulan memimpin tim di Premier League, performa MU dinilai belum memenuhi harapan. Dari total 47 pertandingan liga yang dijalani, rasio kemenangan Amorim disebut tidak sampai sepertiga.
Jika dihitung dari semua kompetisi, persentase kemenangan sang pelatih hanya berada di angka sekitar 38 persen. Statistik tersebut membuatnya masuk dalam daftar pelatih dengan catatan kemenangan terendah dalam sejarah klub.
Situasi Internal Tim Ikut Jadi Sorotan
Selain hasil pertandingan, kondisi internal tim juga sempat menjadi perhatian. Beberapa laporan menyebut suasana di ruang ganti kurang harmonis.
Gaya kepemimpinan Amorim yang dikenal tegas disebut membuat hubungan dengan sebagian pemain menjadi tidak terlalu mulus. Situasi tersebut akhirnya menambah tekanan terhadap sang pelatih di tengah hasil yang belum konsisten.
Pada akhirnya, pihak manajemen MU memilih mengambil langkah cepat. Meski begitu, keputusan untuk memecat Amorim juga membuat klub harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.
MU dilaporkan harus membayar kompensasi hampir 16 juta pound sterling. Nilai tersebut cukup tinggi karena Amorim membawa sejumlah staf pelatihnya saat datang ke Old Trafford, termasuk lima asisten yang ikut bergabung.
Mantan Asisten Yakin Amorim Bisa Sukses
Salah satu mantan staf pelatih MU, Adelio Candido, ikut memberikan pandangannya tentang situasi tersebut. Ia merasa proyek yang dibangun Amorim sebenarnya memiliki potensi bagus, tetapi waktu yang diberikan dinilai terlalu singkat.
Candido juga mengungkapkan kesannya selama berada di Manchester. Ia mengaku menyukai kota tersebut dan mengagumi fanatisme para pendukung sepak bola di sana.
Menurutnya, para suporter sebenarnya sangat peduli terhadap perkembangan proyek tim, bukan hanya hasil pertandingan semata. Namun ia juga merasa tim pelatih tidak mendapatkan cukup waktu untuk benar-benar menerapkan ide permainan yang mereka rancang.
MU Bangkit Bersama Pelatih Baru
Setelah kepergian Amorim, posisi pelatih kemudian diambil alih oleh Michael Carrick. Di bawah arahan mantan gelandang MU tersebut, performa tim mulai menunjukkan peningkatan.
Dalam tujuh pertandingan liga terakhir, MU berhasil meraih enam kemenangan dan satu hasil imbang. Hasil tersebut membuat Setan Merah berhasil naik ke posisi tiga klasemen setelah mengalahkan Crystal Palace dengan skor 2-1.
Meski begitu, Candido menilai waktu yang akan menjawab apakah pengalaman singkat di Manchester United akan berdampak buruk atau justru menjadi pelajaran penting bagi karier tim pelatih Amorim di masa depan.


