Arenabetting – Arsenal kembali menunjukkan betapa berbahayanya mereka dalam situasi bola mati musim ini. Khususnya dari sepak pojok, tim asal London Utara itu terlihat sangat mematikan. Meski begitu, gaya bermain tersebut memunculkan dua pandangan berbeda: ada yang memuji sebagai strategi cerdas, tapi ada juga yang menganggap permainan mereka kurang menarik.
Pada pertandingan melawan Chelsea di Emirates Stadium, Minggu malam (1/3/2026), Arsenal berhasil meraih kemenangan 2-1. Menariknya, kedua gol yang membawa kemenangan tersebut lahir dari situasi sepak pojok.
Gol pertama dicetak oleh William Saliba melalui skema korner yang rapi. Tidak lama kemudian, Jurrien Timber juga memanfaatkan situasi serupa untuk menambah gol bagi The Gunners.
Dengan tambahan dua gol tersebut, Arsenal kini sudah mencetak 16 gol dari sepak pojok di Premier League musim 2025/2026. Catatan itu menjadikan mereka sebagai tim dengan jumlah gol korner terbanyak di liga musim ini.
Arsenal Samai Rekor Lama di Premier League
Jumlah 16 gol dari korner tersebut ternyata bukan angka sembarangan. Catatan itu menyamai beberapa rekor lama di Premier League.
Sebelumnya, Oldham pernah mencatat jumlah yang sama pada musim 1992/1993. Kemudian West Bromwich Albion juga melakukannya pada musim 2016/2017. Menariknya, Arsenal sendiri pernah mencapai angka yang sama pada musim 2023/2024.
Hal ini semakin menegaskan bahwa set-piece memang sudah menjadi salah satu senjata utama Arsenal dalam beberapa musim terakhir.
Bagi sebagian pengamat, strategi ini dianggap sebagai cara yang cerdas untuk memanfaatkan celah dalam aturan permainan. Tim yang mampu memaksimalkan bola mati biasanya memiliki peluang besar untuk mencetak gol, terutama saat pertandingan berjalan ketat.
Efektif, Tapi Dinilai Kurang Menghibur
Meski terbukti ampuh, pendekatan Arsenal ini juga menimbulkan kritik. Beberapa pihak merasa bahwa kemenangan yang diraih The Gunners lebih banyak bergantung pada situasi bola mati dibanding permainan terbuka.
Jika Arsenal berhasil menjuarai Premier League musim ini dengan pola yang sama, ada kemungkinan mereka akan disebut sebagai salah satu juara liga dengan gaya bermain paling tidak meyakinkan.
Mantan pemain sekaligus juara Premier League, Chris Sutton, sempat menyampaikan pandangannya dalam sebuah siaran radio. Ia menilai Arsenal sangat bergantung pada set-piece dan bahkan memperkirakan tim tersebut berpeluang menjadi juara. Namun menurutnya, performa permainan Arsenal secara keseluruhan belum terlihat benar-benar meyakinkan.
Pendapat serupa juga datang dari legenda Arsenal, Patrick Vieira. Ia menilai bahwa permainan tim asuhan Mikel Arteta masih belum memenuhi ekspektasi banyak orang. Menurutnya, Arsenal sering terlihat kesulitan menciptakan peluang dari permainan terbuka.
Arteta: Sepak Bola Harus Adaptif
Di sisi lain, Mikel Arteta memiliki pandangan berbeda. Pelatih Arsenal itu merasa gaya bermain timnya tetap indah dan efektif.
Ia menjelaskan bahwa setiap pertandingan memiliki karakter yang berbeda. Saat menghadapi Chelsea misalnya, Arsenal harus menyesuaikan strategi dengan gaya permainan lawan.
Menurut Arteta, sepak bola modern menuntut tim untuk terus beradaptasi. Dalam pertandingan yang ketat, margin kesalahan sangat kecil dan sering kali duel-duel penting menjadi penentu hasil akhir.
Karena itulah, ia menilai memanfaatkan set-piece secara maksimal merupakan bagian dari strategi yang sah dan justru menunjukkan kualitas tim dalam membaca situasi pertandingan.

