Arenabetting – Chelsea memang harus mengakui keunggulan Arsenal dalam duel lanjutan Premier League di Emirates Stadium, Minggu malam (1/3/2026). The Blues kalah tipis 1-2, tetapi performa mereka tetap mencuri perhatian karena sempat memberikan perlawanan yang cukup sengit.
Tim asuhan Liam Rosenior tersebut dinilai mampu menahan permainan Arsenal, khususnya saat laga berjalan dalam skema open play. Bahkan ketika harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-70, Chelsea masih mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah.
Di sisi lain, dua gol Arsenal lahir dari skema bola mati. Gol tersebut dicetak oleh William Saliba dan Jurrien Timber melalui situasi sepak pojok. Gol-gol itu sekaligus menambah koleksi Arsenal dari skema corner musim ini.
Chelsea Dinilai Punya Dua Karakter Permainan
Mantan pemain bertahan Manchester United, Gary Neville, ikut memberikan pandangannya terkait penampilan Chelsea dalam pertandingan tersebut. Ia menilai tim London Biru sebenarnya memperlihatkan dua karakter berbeda sepanjang laga.
Menurut Neville, Chelsea terlihat terlalu berhati-hati pada babak pertama. Ia menilai tim tersebut tidak cukup berani melakukan tusukan ke area pertahanan Arsenal sehingga serangan yang dibangun terlihat kurang berbahaya.
Ia mengungkapkan bahwa saat menyaksikan babak pertama, dirinya merasa Chelsea tidak banyak melakukan pergerakan agresif ke depan. Menurutnya, pendekatan seperti itu sulit menghasilkan kemenangan ketika menghadapi tim sekelas Arsenal.
Babak Kedua Chelsea Tampil Lebih Berani
Situasi berubah ketika pertandingan memasuki babak kedua. Neville melihat permainan Chelsea menjadi jauh lebih agresif dan berani menekan.
Ia menilai beberapa pemain mulai menunjukkan inisiatif menyerang yang lebih jelas. Reece James disebut tampil lebih agresif dari sisi lapangan, sementara Jorrel Hato dinilai beberapa kali melakukan tusukan berbahaya dari sisi kiri.
Selain itu, Enzo Fernández juga dianggap mulai lebih aktif membantu serangan. Pergerakan gelandang Argentina tersebut dinilai cukup membantu lini depan yang dihuni João Pedro.
Neville menilai perubahan cara bermain itu membuat Chelsea terlihat jauh lebih berbahaya dibandingkan di babak pertama.
Chelsea Diyakini Bisa Jadi Penantang Juara
Meski kalah dalam pertandingan tersebut, Neville merasa Chelsea sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing di papan atas liga pada masa mendatang.
Ia menjelaskan bahwa performa Chelsea sering terlihat naik turun dalam satu pertandingan. Terkadang mereka tampak tertinggal jauh dari lawan, tetapi di momen lain justru mampu bermain sangat kompetitif.
Neville juga menyampaikan pandangannya bahwa Chelsea bisa berkembang menjadi penantang serius jika mampu menambah beberapa pemain berpengalaman. Ia menilai tim tersebut masih membutuhkan kiper top, bek tengah yang matang, serta seorang penyerang tengah yang sudah terbukti kualitasnya.
Menurutnya, striker baru nantinya bukan untuk menggantikan pemain yang sudah ada seperti João Pedro, melainkan untuk menambah kekuatan lini depan. Jika kebutuhan itu terpenuhi, Chelsea diyakini bisa menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar Premier League di masa depan.


