Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Atalanta Jadi Penyelamat Italia di Liga Champions

Berita Bola – Atalanta tampil sebagai pahlawan terakhir sepakbola Italia di Liga Champions musim ini. Saat tim-tim Serie A lain berguguran, La Dea justru bangkit dan memastikan diri sebagai satu-satunya wakil Italia yang tersisa di babak 16 besar.

Situasi ini sempat terasa suram. Setelah Napoli gagal melangkah dari fase liga, giliran Inter Milan yang tersingkir lebih dulu usai kalah agregat 2-5 dari Bodø/Glimt. Nerazzurri tak mampu membalikkan keadaan meski bermain di kandang sendiri pada leg kedua.

Harapan Italia kemudian bertumpu pada Atalanta dan Juventus. Namun keduanya sama-sama menghadapi situasi sulit jelang leg kedua.

Tertinggal, Tapi Atalanta Bangkit Dramatis

Atalanta datang ke leg kedua dengan beban kekalahan 0-2 dari Borussia Dortmund. Sementara Juventus lebih tertekan setelah kalah 2-5 dari Galatasaray.

Banyak yang memprediksi perjalanan klub-klub Italia akan benar-benar tamat. Namun Atalanta menolak menyerah. Dalam laga leg kedua yang panas dan diwarnai tiga kartu merah, mereka tampil habis-habisan dan menang 4-1.

Kemenangan itu memastikan comeback dramatis dengan agregat 4-3. Atmosfer pertandingan disebut begitu emosional, dengan tekanan tinggi sejak menit awal hingga akhir. Atalanta menunjukkan mental baja dan efisiensi yang luar biasa saat momen krusial datang.

Juventus Gagal Ikuti Jejak

Sayangnya, kebangkitan Atalanta tidak diikuti Juventus. Meski sempat memperlihatkan semangat luar biasa dan menyamakan agregat menjadi 5-5 meski bermain dengan 10 orang, Juve kehabisan tenaga di babak tambahan.

Dua gol tambahan dari Galatasaray di extra time memastikan langkah Si Nyonya Tua terhenti dengan agregat 5-7. Kekalahan itu membuat Italia hanya menyisakan satu wakil di fase gugur.

Kondisi ini tentu menjadi tamparan bagi Serie A yang sebelumnya berharap bisa mengirim lebih banyak tim hingga fase akhir.

Palladino Sebut Momen Bersejarah

Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, menyampaikan bahwa kemenangan tersebut layak dikenang sebagai bagian dari sejarah. Ia menilai laga tersebut bukan hanya penting bagi para pendukung di Bergamo, tetapi juga bagi citra sepakbola Italia secara keseluruhan.

Ucapan tersebut menggambarkan betapa besar tekanan yang dirasakan sebelum pertandingan. Atalanta sadar bahwa mereka memikul harapan publik Serie A.

Kini, La Dea resmi menjadi benteng terakhir Italia di Liga Champions. Tantangan di babak 16 besar jelas tidak akan mudah, tetapi performa comeback ini menunjukkan bahwa Atalanta punya karakter kuat untuk bersaing.

Di tengah dominasi klub-klub dari liga lain, Atalanta membuktikan bahwa sepakbola Italia belum sepenuhnya padam. Mereka bukan hanya lolos, tetapi juga menghidupkan kembali harapan.