Berita Bola – Kylian Mbappe datang ke Real Madrid dengan ekspektasi setinggi langit. Gabung secara gratis setelah kontraknya di Paris Saint-Germain habis, striker asal Prancis itu langsung diproyeksikan jadi pembeda di Santiago Bernabeu. Tapi musim pertamanya ternyata belum semanis yang dibayangkan.
Bersama Los Blancos, Mbappe belum mampu mempersembahkan gelar-gelar utama seperti LaLiga, Copa del Rey, atau Liga Champions. Trofi yang berhasil diraih baru sebatas UEFA Super Cup dan FIFA Intercontinental Cup. Buat ukuran klub sebesar Real Madrid, tentu itu belum cukup.
Kritik Datang, Mbappe Jadi Sasaran
Beberapa pihak mulai mempertanyakan dampak Mbappe di tim. Ada anggapan bahwa kehadirannya belum mampu mengangkat performa Madrid secara instan. Namun eks striker Timnas Prancis, Christophe Dugarry, justru melihat persoalan dari sudut berbeda.
Dugarry mengisyaratkan bahwa terlalu berlebihan jika semua masalah Madrid diarahkan kepada Mbappe. Ia merasa narasi yang berkembang seolah-olah menjadikan Mbappe kambing hitam atas kegagalan tim musim ini.
Menurutnya, jika memang publik Spanyol merasa tidak puas, maka logikanya sederhana saja: klub bisa saja melepasnya. Namun ia menilai permasalahannya tidak sesederhana itu.
Bukan Soal Satu Pemain Saja
Dugarry bahkan menyebut bahwa ada sejumlah pemain Real Madrid yang dinilainya terlalu dibesar-besarkan. Ia menyiratkan bahwa tidak semua pemain di skuad saat ini benar-benar berada di level tertinggi yang dibutuhkan klub sebesar Madrid.
Sebagai mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer klub besar seperti Barcelona, Dugarry merasa tahu bagaimana standar elit seharusnya diterapkan. Ia menegaskan bahwa ketika seorang pemain jarang tampil di tim besar, pasti ada alasan kuat di baliknya.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan. Pasalnya, di dalam skuad Madrid saat ini terdapat nama-nama top seperti Jude Bellingham, Vinicius Junior, hingga Rodrygo Goes yang notabene sudah terbukti kualitasnya di panggung Eropa.
Masalah Sebenarnya di Lini Belakang?
Jika melihat lebih dalam, persoalan Real Madrid musim ini memang tidak melulu soal lini depan. Masalah cedera di sektor pertahanan disebut menjadi salah satu faktor krusial.
Deretan bek tengah seperti David Alaba, Eder Militao, Dean Huijsen, hingga Antonio Ruediger kerap dihantam cedera atau inkonsistensi. Situasi tersebut membuat lini belakang Madrid rapuh dan sulit menjaga stabilitas permainan.
Dalam sepak bola modern, keseimbangan tim jauh lebih penting daripada sekadar mengandalkan satu superstar. Mbappe mungkin punya kualitas individu luar biasa, tetapi tanpa fondasi tim yang solid, trofi besar sulit diraih.
Musim pertama Mbappe di Madrid memang belum sempurna. Namun menyimpulkan bahwa ia adalah sumber masalah terasa terlalu dini. Dengan perbaikan skuad dan stabilitas pertahanan, bukan tak mungkin musim berikutnya akan jadi panggung kebangkitan bagi sang megabintang di ibu kota Spanyol.


